BERAU TERKINI – Dari ruang kelas di Kabupaten Berau, langkah seorang siswa sekolah dasar kini bersiap menuju panggung kompetisi matematika internasional.
Adhyasta Al Ghani Hidayat, siswa perwakilan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Berau, berhasil menembus babak Final Round Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2026.
Perjalanan menuju Hong Kong tentu tidak datang dalam semalam.
Sebelum memastikan tiket ke babak final, Putra dari Kabid Pemadaman dan Penyelamatan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau (Disdamkarmat) ini, terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan atau Heat Round yang digelar pada 9 Mei 2026.
Kemampuan dan ketekunannya dalam memecahkan soal matematika berbuah manis.

Adhyasta berhasil meraih Gold Prize pada kategori Primary 5 (P5). Prestasi tersebut sekaligus membuka jalannya untuk bersaing di tingkat internasional.
Namun, capaian itu bukanlah satu-satunya prestasi yang telah ditorehkan siswa tersebut.
Sebelum berhadapan dengan peserta dari berbagai negara, Adhyasta lebih dulu mengukir prestasi di tingkat daerah.
Ia berhasil meraih peringkat pertama Olimpiade Sains Nasional Kabupaten (OSN-K) bidang Matematika Berau.
Dari sana, langkahnya terus bergerak. Prestasi di tingkat kabupaten menjadi pijakan untuk membawa nama Berau ke kompetisi yang lebih tinggi.
Kini, babak yang lebih menantang sudah di depan mata. Final HKIMO 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Hong Kong.
Bagi MIN 1 Berau, keberhasilan Adhyasta bukan sekadar tentang sebuah kompetisi dan medali.
Lebih dari itu, pencapaian tersebut menjadi gambaran siswa dari daerah pun memiliki kesempatan untuk berdiri sejajar dengan peserta dari berbagai negara.
Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Adhyasta.
Sang ayah, Nofian Hidayat, berharap putranya dapat menjalani seluruh tahapan final dengan lancar dan memberikan kemampuan terbaiknya.
“Kami berharap Adhyasta bisa membawa pulang medali dari Hong Kong dan mengharumkan nama MIN 1 Berau, Kabupaten Berau, Indonesia, serta agama di kancah internasional,” ujar Nofian.
Bagi keluarga, keberangkatan Adhyasta ke Hong Kong bukan hanya tentang mengejar juara.
Ada pengalaman, keberanian, mental bertanding, dan kepercayaan diri yang diharapkan tumbuh dari kesempatan tersebut.
Kini, Adhyasta tinggal selangkah lagi menuju panggung final. Dari Berau, ia membawa bekal prestasi, doa keluarga, dukungan madrasah, dan harapan besar untuk memberikan yang terbaik.
Sebab, perjalanan seorang siswa kecil dari Berau menuju panggung dunia bukan hanya tentang seberapa sulit soal matematika yang harus ditaklukkan.
Ini juga tentang keberanian bermimpi, bekerja keras, dan membuktikan prestasi dari daerah mampu bersinar di tingkat internasional.
“Ini jadi bukti bahwa anak-anak kita yang tinggal di Berau, bisa mengejar prestasi di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. (*)
