BERAU TERKINI – Imbas pembatalan tradisi pesta bakar ikan massal Manutung Jukut demi mengantisipasi potensi kebakaran lahan, Dinas Perikanan Berau memindahkan alokasi kegiatan ke program Pasar Ikan Murah yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah.
Langkah ini diambil untuk mengalihkan potensi bahaya percikan api terbuka menjadi program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menjelaskan, pihaknya akan menggandeng Dinas Pangan untuk menyuplai berbagai kebutuhan pokok warga, mulai dari beras, telur, hingga gula pasir.
“Nanti kami juga mencari desa yang rentan pangan, itu perlu segera kita dorong untuk kebutuhan,” ungkap Majid kepada Berauterkini, Rabu (19/8/2026).

Program pasar murah ini tidak lagi terpusat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung, melainkan bakal menyasar kawasan pedalaman dan wilayah kecamatan yang teridentifikasi rawan pangan berdasarkan hasil koordinasi lintas dinas dan pemerintah kecamatan setempat.
“Kami akan lakukan nanti di daerah pedalaman. Kami cari umpamanya di kecamatan biar nanti kita koordinasi dengan camat,” katanya.
Pasokan ikan segar yang disiapkan diproyeksikan mencapai 12-17 ton, hasil kolaborasi Pemkab Berau bersama partisipasi masyarakat dan sektor swasta.
Selain untuk menekan inflasi dan memenuhi gizi warga, ajang keliling ini dikemas untuk terus menggelorakan kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) sekaligus mendukung penguatan sektor pariwisata bahari daerah.
“Yang paling penting juga yaitu menjadi ikon untuk kunjungan wisatawan dengan adanya kegiatan ini, karena dalam wisata kan pasti ada event-event yang dilakukan. Apa sih yang bisa menarik orang datang ke Berau,” jelas Majid.
Ia menambahkan, agenda pendukung ini dirancang untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi Berau serta melengkapi pengalaman para pelancong yang berkunjung ke destinasi wisata unggulan.
“Kemudian menuju ke destinasi-destinasi yang ada di laut, atau sepulangnya dari laut menikmati event yang ada di Berau,” tambahnya. (*)
