BERAU TERKINI – Simak perkembangan terbaru Karhutla di Berau.

Musim kemarau panjang dan dampak fenomena alam El Nino menyebabkan wilayah Berau rentan kejadian kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Data BMKG Kaltim memperlihatkan terdeteksi ratusan titik panas atau hotspot di wilayah Berau.

Secara lebih rinci, terdapat 221 hotspot yang tersebar di 11 dari 13 kecamatan di Berau.

Kecamatan Pulau Derawan dengan titik api paling banyak, yaitu 68 persebaran titik api yang disusul oleh Kecamatan Segah sebanyak 64 titik.

Selanjutnya Kecamatan Sambaliung di posisi ketiga dengan 27 titik, Kecamatan Gunung Tabur 25 titik, Kecamatan Talisayan 11 titik.

Kemudian Kecamatan Kelay dengan 9 titik api, Kecamatan Biatan 6 titik. Kecamatan Tabalar dan Teluk Bayur masing-masing 3 titik, serta Kecamatan Batu putih dan Biduk-biduk masing-masing 2 titik.

Proses pemadaman yang dilakukam tim TRC Penanggulangan Bencana BPBD Berau saat menjinakkan Karhutla (Ist)
Proses pemadaman yang dilakukam tim TRC Penanggulangan Bencana BPBD Berau saat menjinakkan Karhutla (Ist)

Puluhan Hektar Lahan Terbakar

Mengantisipasi Karhutla, kini Pemkab Berau menetapkan status siaga darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan, status siaga darurat tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla, yang belakangan terjadi di berbagai wilayah Berau.

“Statusnya masih siaga darurat karhutla. Sekarang tim gabungan sudah berbagi tugas dalam penanganannya,” kata Masyhad, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, potensi munculnya kabut asap sangat bergantung pada jumlah kejadian karhutla serta efektivitas tim gabungan dalam melakukan pemadaman.

“Kami terus berupaya melakukan penanganan cepat, agar kebakaran tidak meluas,” jelasnya.

Lanjut kata dia, untuk mengantisiasi hal tersebut, Pemkab Berau juga telah menggelar rakor siaga darurat pada Kamis (13/8/2026) kemarin di Kantor BPBD Berau.

“Di rapat itu kita memperkuat sinergi serta melakukan pencegahan,” katanya.

Masyhadi juga menanggapi potensi terjadinya kabut asap seperti yang pernah melanda Berau pada 2016 dan 2019.

Dengan kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah saat ini, ia mengaku belum dapat memastikan apakah kondisi serupa akan kembali terjadi. “Belum bisa berandai-andai. Mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujarnya.

Di sisi lain, BPBD Berau mencatat sedikitnya 42 hektare lahan telah terbakar berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga saat ini.

Namun, angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah, karena terdapat sejumlah lokasi yang belum terjangkau petugas sehingga luasan lahan terbakar belum dapat ditaksir.

“Dari yang terdata kurang lebih 42 hektare lahan yang terbakar. Tapi ada beberapa daerah yang tidak terjangkau armada kami, dan luasnya belum bisa ditaksir,” jelasnya.