BERAU TERKINI – Pemkab Berau berharap kolaborasi dengan perusahaan beroperasi di Berau tangani Karhutla.
Kejadian kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Berau mulai sering terjadi.
Dampak dari fenomena musim kemarau panjang dan El Nino membuat kondisi lahan di Berau kering dan mudah terbakar.
Beberapa kejadian Karhutla pun sudah terjadi di beberapa titik di Berau.
Merespons hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih berharap kolaborasi lintas sektor guna menangani Karhutla Berau.
Menurut Sri Juniarsih, perusahaan yang beroperasi di Berau bisa turut terlibat dalam penanganan Karhutla, salah satunya lewat program CSR.
Ia berharap peningkatan kewaspadaan masyarakat, penguatan koordinasi antarinstansi, serta dukungan dunia usaha melalui CSR dapat menjadi langkah bersama untuk menangani potensi Karhuta Berau.
“Untuk perusahaan yang berada di sekitar kejadian tersebut, saya harapkan bisa memaksimalkan bantuan melalui CSR-nya,” ujar Sri Juniarsih.
“Lebih dikuatkan koordinasi antara OPD yang terkait, supaya bisa bekerja bersama dalam memastikan seluruh pelayanan terkait musibah-musibah tersebut dapat dilaksanakan bersama-sama,” katanya.
Sri Juniarsih juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Ia menyebut kondisi cuaca yang panas dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman.
“Sekarang kita sudah berada dalam kondisi ekstrem. Panas yang cukup tinggi, namanya El Nino. Berau ini memang sangat panas dengan derajat yang cukup tinggi,” ujarnya.

Dukungan Perusahaan Tangani Karhutla
Dukungan perusahaan untuk penanganan Karhutla ditunjukkan oleh PT Hutan Sanggam Berau (HSB)
Perusahaan milik daerah (Perusda) tersebut menyalurkan bantuan logistik dan BBM kepada Posko Pemadam Kebakaran Disdamkarmat Berau di Labanan Makarti, Rabu (12/8/2026).
Penyerahan bantuan dihadiri langsung Direktur Utama PT HSB Robi Maula, Direktur Operasional YP Kurniawan, serta jajaran perusahaan. Di posko tersebut, penanganan karhutla melibatkan personel Disdamkarmat, Relawan KPHP Barat, dan masyarakat setempat.
Direktur Operasional PT HSB YP Kurniawan mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membantu upaya pencegahan sekaligus penanggulangan karhutla, khususnya di kawasan Labanan dan sekitarnya.
“Kami juga mendukung dengan mengerahkan empat SDM serta satu unit mobil yang dilengkapi peralatan pemadam kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi juga turun langsung membantu proses pemadaman ketika terjadi kebakaran di kawasan Labanan.
“Kegiatan ini bagian dari komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap penanggulangan dan pencegahan karhutla. Sekaligus menjaga kawasan dan ekosistem hutan kita,” katanya.
Dirinya berharap, semakin banyak dukungan yang diberikan kepada petugas pemadam kebakaran, akan semakin baik.
“Harapannya, tidak hanya kami. Tapi pihak-pihak berkemampuan juga ikut mendukung operasional petugas dalam mencegah dan penanggulangan Karhutla,” terangnya.

Sementara itu, Danru Posko Damkar Labanan Disdamkarmat Berau, Dwi Susilo, mengapresiasi dukungan yang diberikan PT HSB.
Ia berharap, perusahaan maupun pelaku usaha lainnya yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran dapat turut memberikan dukungan.
“Selama ini PT Hutan Sanggam Berau sudah sangat membantu kami. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusinya,” kata Dwi.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan PT HSB kali ini berupa satu drum BBM, konsumsi, satu unit kendaraan, serta empat personel yang diperbantukan untuk membantu mengantisipasi karhutla.
Menurut Dwi, dukungan dari pihak swasta sangat dibutuhkan karena anggaran Disdamkarmat pada dasarnya lebih diarahkan untuk penanganan kebakaran permukiman, sementara kebutuhan penanganan karhutla juga cukup besar.
“Kalau bisa ada bantuan dari perusahaan-perusahaan terdekat untuk wilayahnya masing-masing, tentu kerja sama akan lebih mudah,” ujarnya.
