BERAU TERKINI – Karhutla mulai mengancam Berau, titik panas yang kian bertambah berdampak pada petugas.
Berau mulai merasakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah titik panas atau hotspot terus bertambah.
Menurut BMKG Berau, wilayah Berau sudah terdampak dari fenomena El Nino.
Tak hanya itu, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi mengatakan, kondisi meteorologis di wilayah Berau selama periode pengamatan secara umum didominasi kondisi kering.
Hal itu ditandai dengan minimnya curah hujan dan suhu maksimum harian yang relatif tinggi.
“Suhu maksimum tertinggi sebesar 36,2 derajat tercatat pada 4 Agustus 2026,” tuturnya.
“Sedangkan pada 2 Agustus curah hujan tercatat sebesar 15,5 mm,” ujarnya.
BMKG Berau pun mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Karhutla.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhudi Mahdi mengatakan beberapa wilayah di Berau sedang mengalami titik panas tertinggi.
Menurutnya, Kecamatan Sambaliung, Kecamatan Pulau Derawan, Kecamatan Tabalar, Kecamatan Biatan, dan Kecamatan Teluk Bayur yang memiliki titik panas tertinggi.
“Pada dasarnya Kabupaten Berau ini panasnya merata dari dampak El Nino semua kecamatan terdampak, tapi ada beberapa kecamatan yang memang dalam beberapa hari ini tinggi titik hotspotnya,” ungkapnya kepada Berauterkini, Senin (10/8/2026).
Penyebab kelima kecamatan tersebut masuk kategori tertinggi karena hotspot itu sendiri yang memiliki tingkatan masing-masing, mulai dari tingkat high, medium, dan low.
“Jadi bukan hanya hotspot titik panas, tapi juga titik api,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Kartutla yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada luasan lahan yang terbakar. Pihaknya memperkirakan sudah ada sekitar 40 hektare lahan terbakar.
Beruntung asap Karhutla belum menimbulkan kepanikan warga atau berdampak pada aktivitas penerbangan.
“Sampai saat ini belum sampai ke tahap mengganggu aktivitas penerbangan kita dan kabut asap pun masih dalam tahap normal,” pungkasnya.

Petugas Kewalahan
Banyaknya titik panas di Berau menyebabkan petugas dari Disdamkarmat Berau bekerja lebih ekstra.
Bahkan, seorang anggota Disdamkarmat Berau, sempat jatuh pingsan saat berjibaku seorang diri memadamkan api.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengatakan petugas tersebut mengalami kelelahan saat menjalankan tugas di lokasi karhutla.
Menurutnya petugas tersebut kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Pulau Derawan.
“Benar, itu personel kami dari Saat kejadian, dia kabarnya seorang diri. Karena kelelahan, akhirnya pingsan saat bertugas. Kemudian dibantu warga sekitar dan dilarikan ke puskesmas terdekat,” ujar Nofian.
Peristiwa tersebut, menurut Nofian, menjadi gambaran keterbatasan personel yang masih dihadapi Disdamkarmat Berau.
Saat ini, di setiap kecamatan hanya tersedia sekitar tiga personel pemadam kebakaran yang harus dibagi dalam sistem pergantian atau shift.
Kondisi itu membuat penanganan karhutla di wilayah yang jauh dari pusat kabupaten menjadi semakin berat. Terlebih ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi.
Dia juga mengakui, untuk kewenangan penanganan Karhutla juga ada pada BPBD Berau.
Hanya saja, Disdamkarmat Berau sebagai eksekutor pemadaman juga tak bisa berdiam diri jika terjadi Karhutla.
“Memang kita kekurangan personel. Di kecamatan itu hanya ada tiga orang dan mereka harus saling tukar shift,” katanya.
