BERAU TERKINI – Jelang Peringatan HUT ke-81 RI, deretan pedagang bendera musiman kembali memadati sejumlah ruas jalan di kawasan Tanjung Redeb, Berau.
Meski menjajakan beragam jenis dan ukuran bendera sejak akhir Juli, para pedagang mengaku sepi pembeli dan mengeluhkan omzet yang tidak menentu.
Salah seorang pedagang bendera asal Garut, Jawa Barat, Aris, mengungkapkan, hingga pertengahan Agustus, minat masyarakat membeli bendera baru terbilang lesu.
Dalam sehari, pendapatan yang diperolehnya berkisar Rp350 ribu saat ramai, bahkan kerap kali tak ada pembeli sama sekali.
“Ada saja peminatnya, tapi ya kayak gini-gini saja, belum ada yang terlalu tinggi. Enggak menentu, kadang enggak ada sama sekali. Kadang mudah, kadang jarang,” ungkap Aris kepada Berauterkini, Sabtu (8/8/2026).

Aris menjual bendera hasil pasokan dari Jawa Barat tersebut dengan rentang harga Rp5.000-600.000.
Menurutnya, berjualan pernak-pernik HUT RI kini kian menantang akibat menurunnya daya beli warga.
Kondisi serupa dirasakan Oneng, pedagang musiman yang rutin berjualan di Berau saban tahun sejak 2011.
Menjual bendera berkisar harga Rp40.000-400.000 yang masih bisa ditawar, Oneng mengaku nominal harian tidak bisa diprediksi karena barang yang dijual bukan kebutuhan pokok.
“Kalau nominal enggak bisa ditebak. Namanya jualan kan tahu sendiri. Kalau makanan ketahuan ya, kalau yang ginian kan ini setahun sekali belanjanya,” ujar Oneng.
Kendati demikian, dengan tersisa waktu sekitar sepekan sebelum puncak 17 Agustus, para pedagang tetap optimistis penjualan akan meningkat menjelang hari H.
“Sekarang emang agak kurang, kita sudah berusaha. Jadi insya Allah mudah-mudahan tinggal beberapa hari lagi bisa lancar lah,” harap Oneng. (*)
