BERAU TERKINI – BKSDA Kaltim mengingatkan warga Berau untuk tidak memelihara hewan yang dilindungi.

Video di media sosial ramai usai warga Berau terlihat memelihara seekor beruang madu.

Terlihat anak beruang madu itu masih kecil dan dipelihara oleh warga di dalam rumah. Warga itu terlihat memberi minum beruang madu menggunakan dot botol susu bayi.

Merespons hal itu, pihak BKSDA Kaltim bersama Disdamkarmat Berau bertindak melakukan evakuasi beruang madu yang dipelihara warga.

Beruang madu tersebut diketahui telah dipelihara selama hampir satu bulan oleh warga.

Kini beruang madu itu akan dipindahkan ke Pusat Rehabilitasi Satwa Liar Long Sam, di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau untuk proses rehabilitasi sebelum dikembalikan ke habitat aslinya.

“Setelah dievakuasi langsung dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa Liar Long Sam di Kampung Merasa untuk direhabilitasi,” kata Kepala SKW I BKSDA Kaltim, Yulian Sadono

Yulian Sadono menjelaskan, beruang madu itu berjenis kelamin betina, dengan perkiraan usia sekitar satu tahun.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas, satwa itu didapat dari seorang teman warga yang memelihara di Kecamatan Segah.

Beruang madu yang diamankan BKSDA Kaltim dan armada pemadam kebakaran, Rabu (5/8/2026).
Beruang madu yang diamankan BKSDA Kaltim dan armada pemadam kebakaran, Rabu (5/8/2026).

“Pengakuan warga yang memelihara, dia diberi temannya dari Segah,” paparnya.

Meski demikian, memelihara satwa dilindungi tanpa izin melanggar ketentuan konservasi. Karena itu, pemilik hanya diberikan peringatan dan pembinaan, agar tidak lagi memelihara satwa liar yang dilindungi.

“Kami memberikan peringatan sekaligus imbauan kepada warga agar tidak lagi memelihara satwa langka atau satwa yang dilindungi, baik itu beruang ataupun satwa lainnya,” katanya.

Dia menambahkan, sepanjang tahun 2026, pihaknya telah menangani sejumlah kasus penyelamatan dan pengamanan satwa dilindungi di Berau.

Beberapa di antaranya melibatkan elang, owa, trenggiling, hingga yang terbaru beruang madu.

“Ada satwa yang kami rescue langsung dari alam karena berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia, ada juga yang kami amankan dari warga yang memeliharanya,” jelasnya.