BERAU TERKINI – Menjelang Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, sebanyak 35 Calon Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Berau resmi memasuki Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka 2026.
Para peserta yang terdiri dari 17 putra dan 18 putri tingkat SMA/SMK/MA ini disiapkan untuk bertugas pada Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb.
Gelaran tahunan ini disukseskan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau melalui sinergi lintas Lintas Lintas Lintas OPD.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Berau, Emy Lestari, mengapresiasi dukungan penuh antarinstansi tersebut.
“Saya juga apresiasi terhadap OPD-OPD yang sudah membantu banyak di dalam kegiatan ini,” ungkap Emy kepada Berauterkini, Senin (3/8/2026).

Selain menggembleng tim kabupaten, Berau tahun ini juga mengukir capaian positif dengan mengirimkan 5 perwakilan ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur, meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya 4 orang.
Emy menjelaskan, proses seleksi kini makin transparan karena terintegrasi lewat aplikasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Tahapannya meliputi seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bertipe gugur dengan batas nilai minimal 70, Tes Inteligensia Umum (TIU), tes kesehatan, tes parade fisik, PBB, kesamaptaan, hingga wawancara kepribadian.
“Di situ sistem gugur, nilainya harus 70 ke atas. Kalau di bawah itu, dia otomatis gugur tidak bisa lanjut,” jelasnya.
Terkait standar tinggi badan, Emy mengaku pihak daerah mengajukan permohonan diskresi batas minimal ke BPIP guna mengakomodasi potensi pelajar di daerah.
“Kemarin untuk tinggi badan kita minta diskresi penurunan, untuk putri menjadi 160–175 cm dan putra 168–180 cm. Karena kita agak sulit mencari, khususnya putri,” tambahnya.
Sistem seleksi digital ini turut membuka ruang lebih luas bagi pelajar hingga pelosok pesisir.
Tahun ini, peserta berasal dari hampir seluruh wilayah di Berau, kecuali Kecamatan Pulau Maratua.
“Kalau sebelum-sebelumnya dengan sistem manual itu tidak membuka peluang besar kepada adik-adik kita sampai ke pesisir. Kalau tidak salah tahun ini yang tidak masuk kuota hanya Maratua. Siapa pun jika mempunyai potensi dan memenuhi syarat pasti kita maksimalkan,” pungkas Emy. (*)
