BERAU TERKINI – Museum Batiwakkal Gunung Tabur, Berau, Kaltim, bukan sekadar bangunan kuno biasa.
Tempat ini berdiri kokoh sebagai pusat warisan budaya yang menyimpan kisah perjuangan, koleksi benda pusaka, hingga jejak kejayaan Kerajaan Berau yang masih terawat asri hingga kini.
Melangkah lebih dalam ke area eks keraton ini, pengunjung akan menyadari bahwa lokasi tersebut merupakan ruang penting tempat nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat setempat dijaga kelestariannya secara turun-temurun.

Dari segi arsitektur, bangunan museum menampilkan gubahan gaya tradisional Melayu yang berkelindan erat dengan sentuhan kebudayaan lokal nan kental.
Setiap wisatawan yang berkunjung akan didampingi oleh petugas atau pemandu lokal.
Pemandu siap memaparkan secara rinci sejarah berdirinya keraton, riwayat kepemimpinan para raja, hingga fungsi dari tiap-tiap sudut ruangan di area museum.
Di dalam museum, tersimpan beragam artefak peninggalan bersejarah yang sangat berharga, di antaranya pakaian adat kerajaan, senjata pusaka, alat musik kuno hingga dokumen naskah kuno.
Selain menyerap wawasan sejarah dan kearifan lokal, para pengunjung dapat berjalan-jalan santai menikmati keindahan estetika arsitektur kayu khas keraton.

Suasana museum yang tenang dan sarat penghormatan memberikan pengalaman rekreasi edukatif yang sangat berkesan.
Akses berwisata ke Museum Batiwakkal pun tergolong sangat terjangkau. Pengelola menetapkan tarif masuk mulai dari Rp5 hingga Rp10 ribu per orang.
Fasilitas umum di sekitar lokasi juga terbilang memadai, termasuk ketersediaan kantong parkir yang luas dan aman bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Demi menjaga kelestarian warisan leluhur ini, para pengunjung diimbau untuk senantiasa menjaga kesopanan dan tata krama selama berada di area museum.
Pengunjung dilarang keras menyentuh atau memindahkan benda-benda bersejarah tanpa izin pengelola, serta wajib menjaga kebersihan lingkungan. (M/BT/SLZ)
