BERAU TERKINI – Perumda Batiwakkal bakal menerapkan skema subsidi silang untuk pelunasan air ledeng di Kabupaten Berau.
Skema ini menjadi cara manajemen Perumda Batiwakkal untuk menjaga keberlangsungan pengolahan air bersih di Berau.
Nantinya, kelompok pelanggan dengan kategori industri, niaga besar hingga kecil, akan menutupi kebutuhan tagihan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR.

Dalam laporan Koran Kaltim, Direktur Perumda Batiwakkal Saipul Rahman, mengatakan penyesuai tarif tersebut untuk menutupi kebutuhan operasional perusahaan.
“Sekaligus memenuhi biaya operasional secara penuh atau full cost recovery (FCR),” katanya.
Saipul mengklaim, rencana tersebut telah dirancang sejak 2022 lalu.
Hingga Bupati Berau Sri Juniarsih menekan keputusan pada 24 Juli 2026 lalu.

Tarif baru itu akan diterapkan mulai 1 Agustus mendatang. Lalu pelanggan dapat melunasi tagihan pada awal September.
Sementara itu, seluruh kelompok pelanggan lainnya akan mengikuti penyesuaian untuk pemakaian Oktober yang dibayarkan pada November.
Dalam penyesuaian tarif kali ini, kelompok pelanggan MBR menjadi yang diuntungkan.
Diklaim hanya membayar setengah dari tagihan yang biasanya dibayarkan.
Saipul menerangkan, harga telah bertahan selama 15 tahun dan harus segera mengalami penyesuaian tarif.
“Ini akan dilakukan bertahap,” ujarnya.
