BERAU TERKINI – Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN) meluncurkan Batik Derawan Maratua dan Tari Baliu Daling sebagai upaya memperkuat identitas budaya Kabupaten Berau sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Peluncuran ini menjadi tonggak awal memperkenalkan kekayaan budaya pesisir Berau ke tingkat nasional hingga internasional.
Project Leader peluncuran yang juga Top 7 Putra Batik Nusantara 2015, Nazam, menjelaskan, proses penciptaan kedua karya budaya tersebut telah dimulai sejak Desember 2025 melalui riset budaya, penggalian nilai-nilai lokal, diskusi bersama budayawan dan seniman, hingga eksplorasi desain.
Dari proses tersebut lahir delapan motif Batik Derawan Maratua yang masing-masing memiliki filosofi dan cerita yang terinspirasi dari keindahan alam, budaya, serta kehidupan masyarakat di Kepulauan Derawan dan Maratua.
Seluruh motif itu juga telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap karya budaya.

“Peluncuran ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal untuk memperkenalkan batik dan tari kepada masyarakat yang lebih luas. Ke depan, kami akan memperkenalkan filosofi setiap motif melalui media sosial serta menghadirkan pameran instalasi Batik Derawan Maratua pada ajang Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2026,” ujar Nazam.
Selain itu, Tari Baliu Daling yang telah diperbarui dengan sentuhan kreatif akan dipromosikan melalui berbagai platform digital, termasuk TikTok Dance dan TikTok Trends, agar semakin mudah dikenal dan dipelajari oleh generasi muda.
Sementara itu, Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pengawas IPBN, Sapta Nirwandar, menyampaikan apresiasi atas lahirnya Batik Derawan Maratua dan pengembangan Tari Baliu Daling.
Menurutnya, budaya dan pariwisata merupakan dua sektor yang saling berkaitan dan harus dikembangkan secara bersamaan.
Sapta mengatakan, kekayaan alam Berau, khususnya Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki merupakan destinasi wisata bahari kelas dunia yang memiliki keunggulan dibanding banyak daerah lain.
Dengan hadirnya batik yang terinspirasi dari kekayaan alam tersebut serta tari khas daerah, Berau dinilai memiliki modal yang semakin lengkap untuk menjadi destinasi wisata unggulan.
“Daerah ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Alamnya luar biasa, sekarang diperkuat dengan budaya melalui Batik Derawan Maratua dan Tari Baliu Daling. Ini menjadi identitas yang harus terus dipromosikan,” katanya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperbanyak penyelenggaraan event budaya sebagai daya tarik wisata, mencontoh daerah-daerah yang berhasil mengembangkan sektor pariwisatanya melalui kalender event yang konsisten.
Menurut Sapta, promosi budaya tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga perlu diarahkan ke panggung internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
Ia meyakini batik dan kesenian khas Berau memiliki potensi untuk diperkenalkan di berbagai kota dunia.
“Saya berharap Batik Derawan Maratua dan Tari Baliu Daling tidak hanya dikenal di Berau atau Indonesia, tetapi juga tampil di berbagai forum internasional. Kekayaan alam yang dipadukan dengan budaya menjadi kekuatan besar yang dimiliki Berau,” tutupnya. (*)
