BERAU TERKINI – Nelangsa nasib gelandang bertahan Real Madrid, Eduardo Camavinga yang tak mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia 2026 bersama Prancis.
Mendapatkan catatan buruk selama satu musim di Real Madrid, membuatnya tak bisa masuk dalam daftar skuad terbaik Prancis.
Di era baru Real Madrid, Camavinga harus berdiri di atas kekhawatiran.
Dirinya selalu dibahas dalam bursa transfer Real Madrid, jika skema belanja Los Blancos berjalan sesuai rencana.
Di tengah gempuran isu kepindahannya, Camavinga jusru memantapkan diri untuk tetap bertahan di Real Madrid.
Dalam laporan Marca, Camavinga disebut akan kembali menjadi pemain yang memahami skema permainan ala Jose Mourinho.

Laga ujicoba Real Madrid sebelum musim resmi bergulir akan menjadi penentuan nasib Camavinga.
Memahami adaptasi permainan ala The Special One, menjadi pekerjaan rumah baginya.
Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang membangun tim dengan pola permainan menyerang, cepat dan aktif dalam melakukan transisi.
Camavinga dianggap masih dalam level tersebut dan bisa melakukan adaptasi dengan cepat untuk menjawab kebutuhan kolektif klub.
Marca mengabarkan, Camavinga hanya menggunakan sepertiga masa liburannya untuk menikmati waktu bersantai.

Selebihnya, Camavinga lebih intens melakukan latihan individu yang dipantau langsung oleh manajemen Real Madrid.
Tujuan utamanya, membentuk fisik yang lebih kuat dan cepat dalam melakukan aksi di lapangan hijau.
Camavinga tak berdiri sendiri dalam kegamangan posisi skuad utama Los Blancos.
Pemain seperti Franco Mastantuono, Alvaro Carreras, hingga Gonzalo Garcia menjadi pemain yang juga ingin mendapatkan perhatian Mourinho.
Nama pemain bintang Real Madrid itu juga kini santer dikabarkan masuk dalam radar transfer klub.
Baik dalam status pinjaman, atau pun dilepas untuk dijual pada bursa transfer musim panas mendatang.
Pilihan meninggalkan Real Madrid tentu bukan menjadi pilihan.

Namun laga ujicoba nanti akan menjadi jawaban keputusan klub untuk menentukan masa depan para pemain tersebut.
Bagi Camavinga, catatan kartu merah dalam laga penting vs Bayern Munchen di Champions League, menjadi momen terburuk dalam karir profesionalnya di Real Madrid.
Catatan itu yang membuat dirinya harus mengokohkan kepercayaan Jose Mourinho, ketika ingin tetap berada dalam daftar skuad inti Los Blancos.
