BERAU TERKINI – BGN mengungkapkan skema baru program makan bergizi gratis atau MBG.
Badan Gizi Nasional atau BGN tengah mempertimbangkan skema baru dalam program MBG.
Menurut Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, skema produksi menu MBG tak lagi sepenuhnya mengandalkan SPPG.
Dia menyebut, Presiden Prabowo sudah menyetujui skema produksi menu MBG lainnya seperti melibatkan kantin sekolah.
Dilansir laporan CNN Indonesia, Presiden Prabowo berpesan agar BGN mengkaji secara matang skema baru dalam produksi hingga penyaluran MBG.
“Pak Presiden pun tadi mengatakan ‘Silahkan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh’. Jadi jangan hanya itu satu-satunya pilihan untuk memberikan skema pelaksanaannya,” kata Agustina Arumsari dikutip dari laporan CNN Indonesia.
“Tapi kembali lagi beliau minta setiap pilihan kebijakan, kaji dengan baik apa dasarnya dan sebagainya. Nanti datang lagi ke beliau sampaikan progres untuk kita putuskan gitu,” jelasnya.

Selain itu, program MBG juga akan difokuskan kepada siswa atau murid yang kurang mampu.
Hal itu pun mengubah skema awal program MBG untuk memberikan makan siang bergizi gratis bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Kini, BGN menilai perlunya mengutamakan pemenuhan gizi bagi murid dari kalangan ekonomi bawah.
“Yang perlu diefisiensikan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silahkan tidak usah menerima lagi,” ujarnya.
“Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silakan diberikan,” katanya.
Meski demikian, pihaknya masih mematangkan skema penyaluran MBG agar tidak terjadi kecemburuan sosial saat implementasi di lapangan.
“Jadi seperti tadi, misalnya ada sekolah negeri atau sekolah apa, ya, yang ada muridnya katakanlah 50 persen desilnya menengah sedikit ke bawah, menengah sedikit ke atas, kan berarti nanti jangan sampai ada yang menerima, ada yang tidak. Pertimbangkan secara psikologis,” jelasnya.
