BERAU TERKINI – Laga kolosal menanti di babak semifinal Piala Dunia 2026. Inggris ditantang sang juara bertahan, Argentina.
Banyak yang meragukan The Three Lions. Namun, statistik dan mental bicara lain. Pasukan Thomas Tuchel punya segalanya untuk memulangkan Lionel Messi cs.
Mengapa Inggris sangat diunggulkan untuk menang? Ini 3 alasan logisnya:
1. Mental “Menang Jelek” ala Thomas Tuchel
Inggris tidak selalu tampil cantik. Saat membungkam Norwegia 2-1 di perempat final, mereka ditekan habis-habisan. Tapi mereka tahu cara lolos dari lubang jarum. Tuchel membawa kultur baru: pragmatis, dingin, dan mematikan. Tim yang bisa menang saat bermain buruk adalah calon kuat juara dunia.
2. Kedalaman Skuad yang Mengerikan
Saat Declan Rice ditarik keluar, keseimbangan Inggris tidak goyah. Skuad pelapis mereka adalah mimpi buruk bagi lawan. Nama-nama seperti Bukayo Saka, Reece James, hingga Morgan Rogers siap meledak dari bangku cadangan. Argentina boleh punya sejarah, tapi Inggris punya kedalaman armada.
3. Faktor Magis Jude Bellingham
Gelandang Real Madrid ini sedang berada di puncak performa. Dua golnya ke gawang Norwegia menjadi bukti sahih.

Bellingham bukan cuma jenderal lini tengah, ia adalah pembeda di momen krusial. Ketika laga buntu, magis Bellingham siap menghukum kelengahan lini belakang Argentina.
Pasca Kemenangan vs Norwegia, Tuchel Justru Merenung
Pasca kemenangan atas Norwegia 2-1, Thomas Tuchel tidak larut dalam euforia setelah peluit panjang berbunyi di Miami.
Pelatih asal Jerman itu memilih melihat kemenangan tersebut secara lebih jernih daripada sekadar menikmati hasil akhirnya.

“Kami membuat hidup kami sendiri menjadi sangat, sangat sulit hari ini. Kami beruntung hari ini,” ujar Tuchel, dalam laporan The Independent.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa Inggris masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum menghadapi semifinal.
Norwegia bahkan sempat mengendalikan jalannya babak kedua dan beberapa kali membuat pertahanan Inggris berada dalam tekanan.
Situasi itu memperlihatkan bahwa kemenangan diraih bukan karena lawan tampil buruk, melainkan karena Inggris mampu bertahan ketika keadaan tidak berpihak kepada mereka.
Tim besar hampir selalu memiliki pertandingan seperti ini dalam perjalanan menuju gelar juara.
Yang membedakan adalah kemampuan mereka menemukan cara untuk tetap menang meski permainan belum berjalan ideal.
