BERAU TERKINI – Jagat sepak bola dunia diguncang skandal rasisme memilukan dalam gelaran Piala Dunia 2026 saat kemenangan Argentina vs Mesir 3-2.
YouTuber sekaligus streamer papan atas dunia, Darren Watkins Jr. atau yang dikenal sebagai IShowSpeed, menjadi korban pelecehan rasial oleh oknum suporter Argentina.
Insiden ini memicu gelombang kemarahan massal di media sosial. Tak tinggal diam, badan sepak bola dunia (FIFA) langsung mengambil tindakan super tegas.

Dua Kali Jadi Sasaran Rasisme
Aksi tidak terpuji oknum pendukung Tim Tanggo ini ternyata terjadi dalam dua pertandingan berbeda sepanjang babak gugur Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat:
- Insiden Pertama (3 Juli 2026): Terjadi saat laga Argentina vs Cape Verde di Stadion Miami. Speed yang hadir mengenakan jersey Cape Verde mendadak diteriaki oleh seorang wanita pendukung Argentina.
Oknum tersebut menyuruh Speed pulang (go home) dan melontarkan kalimat hinaan, “gonna cry at the zoo” (menangislah di kebun binatang).
- Insiden Kedua (7 Juli 2026): Terjadi tepat setelah peluit panjang babak 16 besar antara Argentina vs Mesir dibunyikan.
Saat suasana tribun sedang riuh, seorang pria beratribut Argentina terekam kamera sengaja mengarahkan ejekan fisik dan gestur tubuh menyerupai monyet ke arah Speed.

Tindakan Tegas FIFA: Investigasi Resmi Dibuka!
Merespons video bukti yang viral dan menjadi sorotan global, FIFA langsung bergerak cepat demi menjaga integritas turnamen. Berikut langkah nyata dari FIFA:
- Kecaman Keras: FIFA merilis pernyataan resmi yang mengutuk keras segala bentuk diskriminasi, kebencian, dan rasisme di dalam maupun di luar stadion.
- Peluncuran Investigasi Resmi: FIFA memastikan telah membuka penyelidikan formal untuk mengidentifikasi para pelaku yang ada di dalam rekaman video.
- Sanksi Tegas Menanti: FIFA menegaskan tidak ada tempat bagi perilaku rasis di sepak bola. Oknum suporter yang terbukti bersalah terancam hukuman berat, mulai dari larangan seumur hidup masuk stadion hingga tuntutan hukum pidana.
