BERAU TERKINI – RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, Berau terus mengupayakan optimalisasi ruangan yang ada di gedung baru yakni Gedung Walet.

Keberadaan Gedung Walet di area RSUD dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb, Berau nyatanya belum berdampak signifikan terhadap peningkatan layanan medis.

Diketahui operasional lantai 2 dan 3 Gedung Walet di RSUD dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb, hingga kini belum bisa difungsikan secara maksimal.

Saat ini, hanya lantai 1 Gedung Walet yang beroperasi maksimal yakni sebagai layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram menjelaskan, lantai 2 dan 3 diproyeksikan untuk ruang intensif care unit (ICU) serta kamar operasi baru yang representatif.

Pihak manajemen kini tengah melakukan pembahasan dan berkoordinasi intensif dengan Pemkab Berau agar usulan pembiayaan sarana penunjang medis tersebut bisa segera terealisasi.

Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram.
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram.

“Menunggu anggaran dari pemerintah daerah, kalau seandainya itu ada, kami cepat fungsikan. Tapi kan kami masih menunggu arahan dari beliau,” ujar Jusram.

“Kami masih menunggu kabar. Mudah-mudahan secepatnya ada hasil rapat. Kami sudah mengajukan proposal, tinggal tunggu kabar baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Wabup Berau Gamalis, mendesak manajemen rumah sakit untuk segera menambah kapasitas ruangan khususnya untuk layanan cuci darah atau hemodialisa.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruang kosong yang berada di Gedung Walet RSUD dr Abdul Rivai.

“Banyak pasiennya cuci darah, dari luar kota terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit lain,” terang Gamalis.

“Itu harus ditambah, dicari ruangan yang bisa dijadikan tempat baru,” ujarnya.

Wabup Berau Gamalis sempat melihat adanya ruang kosong yang secara kasat mata bisa disisipi alat baru.

Namun, skema tersebut tidak bisa dieksekusi karena akan melanggar regulasi medis mengenai tata ruang perawatan pasien.

“Karena ada standar yang memang harus dipatuhi,” kata Gamalis.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat mengunjungi RSUD dr Abdul Rivai beberapa waktu lalu. (IST)
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat mengunjungi RSUD dr Abdul Rivai beberapa waktu lalu. (IST)

Sebagai solusi taktis, Gamalis menyarankan manajemen memanfaatkan ruangan di Gedung Walet yang dinilai representatif untuk dikonversi menjadi ruang hemodialisa tambahan.

“Semoga dengan pengelolaan kas yang baik, fasilitas ini bisa ditambahi,” harapnya.

Adapun Direktur RSUD dr Abdul Rivai Jusram, menjelaskan, saat ini rumah sakit plat merah tersebut baru memiliki delapan unit mesin cuci darah.

Pihaknya pun menargetkan tambahan belasan unit mesin baru tanpa membebani keuangan daerah.

“Target kami adalah 18-20 mesin, tidak menggunakan anggaran daerah,” ujar Jusram.