BERAU TERKINI – Timnas Inggris sukses mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 secara dramatis. Bertandang ke Stadion Azteca yang membara, The Three Lions membungkam tuan rumah Meksiko dengan skor tipis 2-3.
Laga babak 16 besar ini menjadi panggung pembuktian mental baja pasukan Thomas Tuchel.
Pasalnya, Inggris dipaksa bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua setelah bek Jarell Quansah diganjar kartu merah langsung oleh wasit.
Berlaga di bawah tekanan suporter lawan bukan satu-satunya ujian.
Winger Inggris, Anthony Gordon, mengakui bahwa 20 menit pertama laga berjalan sangat menyiksa akibat faktor ketinggian lokasi stadion.
“20 menit pertama sangat sulit karena faktor ketinggian. Namun, kami adalah pemain di level tertinggi. Ini momennya pemain besar tampil,” ujar Gordon dalam laporan BBC Sport.

Kehilangan satu pemain membuat strategi Inggris berantakan.
Di sinilah peran vital Anthony Gordon diuji.
Pemain sayap tersebut mengemban tugas super berat: wajib turun membantu pertahanan, sekaligus menjadi motor serangan balik secepat kilat.
Gordon mengaku harus berlari dua kali lipat lebih keras demi menjaga keseimbangan tim.
Pengorbanan luar biasa sang winger terbukti ampuh meredam agresivitas Julian Quinones dan Raul Jimenez yang terus menggempur lini belakang Inggris.

Meski sempat hancur lebur ditekan Meksiko, efektivitas serangan Inggris menjadi kunci.
Gerakan lincah Gordon memancing pelanggaran di kotak penalti dan berbuah gol lewat eksekusi Harry Kane.
Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan lewat dua gol kilatnya, disusul eksekusi penalti tenang dari Harry Kane.
Langkah Inggris selanjutnya dipastikan tidak akan mudah.
Di babak perempat final Piala Dunia 2026, mereka sudah ditunggu oleh Timnas Norwegia—tim kuda hitam yang secara mengejutkan sukses menyingkirkan raksasa Brasil.
