BERAU TERKINI – Serangan predator mematikan yakni buaya dengan korban warga Berau kembali terjadi di tahun 2026 ini.

Teror serangan buaya kepada warga seakan menjadi cerita yang tidak ada habisnya di Berau, Kaltim.

Sepanjang tahun 2026, selalu ada insiden serangan buaya dengan manusia sebagai korbannya.

Catatan Berauterkini.co.id, hingga Juli 2026 setidaknya ada tiga kasus serangan buaya.

Terbaru, serangan buaya memakan korban jiwa yakni nelayan di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Berau.

Ilustrasi buaya yang dilindungi di penangkaran Balikpapan. (Internet)
Ilustrasi buaya yang dilindungi di penangkaran Balikpapan. (Internet)

Kondisi itu cukup miris mengingat belum ada solusi konkret dari pihak terkait yang bisa mengurangi risiko serangan buaya.

Sejumlah usulan solusi mulai dari pembuatan penangkaran buaya hingga pendirian rambu peringatan nyatanya belum mampu meminimalisir jatuhnya korban.

Dirangkum Berauterkini.co.id, berikut ini sejumlah insiden serangan buaya yang terjadi di Berau sepanjang tahun 2026:

Februari

Seorang warga Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, diterkam buaya saat mencuci motor di depan rumahnya, Selasa (3/2/2026) malam.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian tangan kiri.

Dalam video yang beredar, korban yang belum diketahui identitasnya itu selamat, namun tangan kirinya penuh darah karena luka robek.

Di video tersebut, korban mengaku tangannya disambar buaya saat mencuci motor motornya.

Bahkan, dia sempat ditarik ke arah sungai sebelum akhirnya berhasil melepaskan diri.

“Sempat ingin ditarik ke sungai, tapi berhasil lepas,” ujar korban dalam video yang beredar.

Usai kejadian, korban langsung dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak rumah sakit menangani luka pada tangan korban akibat gigitan buaya

Maret

Pada bulan Maret 2026, seorang warga di Tanjung Redeb Berau menjadi korban serangan buaya.

Insiden mengejutkan terjadi di kawasan permukiman warga Jalan Karang Mulyo, RT 14, Gang Ikhlas, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, Minggu (22/3/2026).

Seorang warga dilaporkan menjadi korban gigitan buaya saat tengah memperbaiki pipa air di sekitar tepi sungai.

Kejadian tersebut sontak menggegerkan warga sekitar, terutama masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Kemunculan predator liar di area permukiman, dinilai semakin meresahkan dan meningkatkan kewaspadaan warga.

Pihak Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan, saat diterkam buaya, korban berhasil menyelamatkan diri, dan segera dievakuasi oleh warga sesaat setelah kejadian.

Warga Berau menjadi korban serangan buaya (Ist)
Warga Berau menjadi korban serangan buaya (Ist)

“Korban kemudian dilarikan ke RSUD Abdul Rivai dan saat ini masih menjalani pemeriksaan serta perawatan intensif,” katanya.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai.

Diduga, lokasi kejadian yang dekat dengan habitat alami buaya menjadi salah satu faktor kemunculan hewan tersebut ke wilayah pemukiman.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai.

“Orang tua juga diminta lebih memperhatikan anak-anak agar tidak bermain di sekitar tepi yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya.

Mei

Pada bulan Mei 2026, kemunculan seekor buaya muara di area garasi bus di Jalan Pembangunan, Tanjung Redeb, sempat membuat warga sekitar resah, Senin (11/5/2026).

Hewan reptil tersebut akhirnya berhasil diamankan dan dievakuasi tim Disdamkarmat Berau.

Laporan mengenai keberadaan buaya diterima petugas Disdamkarmat Berau sekitar pukul 14.25 WITA.

Warga sebelumnya menangkap buaya tersebut di area parkiran bus sebelum kemudian berkoordinasi dengan petugas untuk proses penanganan lebih lanjut.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat.

Proses evakuasi buaya muara yang dilakukan Disdamkarmat Berau, Senin (11/5/2026). (Dok. Disdamkarmat Berau)
Proses evakuasi buaya muara yang dilakukan Disdamkarmat Berau, Senin (11/5/2026). (Dok. Disdamkarmat Berau)

“Tim langsung melakukan koordinasi dan pengamanan buaya untuk menghindari hal-hal yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak enam personel Disdamkarmat diterjunkan dalam proses evakuasi. Setelah berhasil diamankan, buaya muara itu kemudian dibawa ke kantor Disdamkarmat sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Nofian menjelaskan, pelepasliaran dilakukan sekitar pukul 18.55 WITA di kawasan Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, yang dinilai jauh dari permukiman warga.

“Perjalanan menuju lokasi pelepasan memakan waktu kurang lebih satu jam. Buaya sengaja dilepas di habitat yang aman dan jauh dari aktivitas masyarakat agar tidak kembali meresahkan warga,” jelasnya.

Dia mengatakan, Berau memerlukan tempat penangkaran buaya agar jauh lebih aman. Apalagi, saat ini mulai marak kemunculan buaya di sekitar pemukiman warga.

“Selain sering muncul juga kerap terjadi serangan buaya. Memang perlu adanya penangkaran buaya di Kabupaten Berau,” pungkasnya.

Juli

Terbaru, pada bulan Juli 2026, seorang nelayan di Pulau Maratua, Berau dilaporkan tewas diterkam buaya saat tengah mencari kerang.

Nasib pilu dialami oleh Saifuddin (40) warga Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Berau yang dilaporkan tewas diterkam buaya.

Kejadian naas itu dilaporkan terjadi pada Sabtu (4/7/2026) siang sekitar pukul 14.00 WITA saat korban bersama istrinya sedang mencari kerang di Danau Kuku, Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Berau.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi menjelaskan, saat sedang mencari kerang, korban menyelam ke dalam danau adapun sang istri menunggu di tepi danau.

Seorang nelayan di Maratua Berau teewas diterkam buaya saat cari kerang (Dok. Polres Berau)
Seorang nelayan di Maratua Berau teewas diterkam buaya saat cari kerang (Dok. Polres Berau)

Kemudian korban diterkam oleh buaya. Istri korban sempat ingin menyelamatkan suaminya.

Tetapi buaya yang menerkam korban membawa jasadnya ke tengah danau dan kemudian tenggelam.

Dalam kondisi panik, istri korban berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Namun, korban meminta izin untuk menyelam satu kali terakhir sebelum mereka beranjak pulang. Naas, pada penyelaman ketiga itulah musibah terjadi. Korban tiba-tiba diterkam oleh seekor buaya dan sempat berteriak histeris meminta pertolongan,” ujar AKP Suradi.

Istri korban kemudian meminta bantuan warga sekitar. Warga dan personel gabungan TNI Polri pun melakukan pencarian korban di lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia.