BERAU TERKINI – Wagub Kaltim Seno Aji berjani bakal menuntaskan insiden kandasnya kapal LOB di Perairan Pulau Maratua, Berau.
Seno Aji berjanji Pemprov Kaltim akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul insiden kandasnya kapal LOB itu.
Meski demikian, Seno Aji mengaku masih menunggu hasil kajian terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan dari insiden itu.
“Sudah dievakuasi. Tapi karena ada kemungkinan kesalahan dari pihak kapal yang juga merusak lingkungan, maka kita minta Dinas Lingkungan Hidup ikut melakukan penyelidikan. Saat ini masih dalam proses,” ujar Seno Aji, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, apabila hasil penyelidikan membuktikan adanya kelalaian yang menyebabkan kerusakan ekosistem laut, maka pihak operator harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Kita harapkan mereka juga harus mengganti yang dirusak itu,” tegasnya.
Ia juga menanggapi informasi mengenai masih adanya sejumlah perjalanan kapal LOB yang dijadwalkan memasuki perairan Pulau Maratua dalam waktu dekat.
Menurutnya, evaluasi terhadap tata kelola operasional kapal wisata akan dilakukan setelah proses penyelidikan rampung sehingga kebijakan yang diambil memiliki dasar yang jelas.
Pemprov Kaltim memastikan hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan dan menyusun aturan operasional kapal wisata di kawasan konservasi perairan Pulau Maratua.
“Kita harap evaluasi ini dapat mencegah insiden serupa sekaligus menjaga kelestarian terumbu karang yang menjadi daya tarik utama pariwisata bahari Berau,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Disbudpar Berau buka suara terkait insiden kandasnya kapal pesiar jenis kapal live on board atau LOB di perairan Pulau Maratua pada 19 Juni lalu.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan insiden tersebut menjadi bukti bahwa pihak kapal LOB SeeSea yang tidak profesional dan tidak memahami karakteristik laut di perairan Pulau Maratua.
Ia menyayangkan insiden ini sangat merugikan pariwisata Berau yang di dalamnya juga terdapat resort-resort yang merugikan para pelaku usaha, jasa pariwisata, serta masyarakat pada umumnya.
“Peristiwa ini juga merupakan gambaran belum sinkronnya kebijakan dan peraturan yang memanfaatkan ruang laut dan bawah laut serta isinya antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten antara sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata,” ungkapnya.
Ia sendiri mengusulkan sementara waktu ini agar untuk sementara waktu kapal LOB ini diberhentikan dahulu operasionalnya.
“Sedangkan yang sudah terlanjur on the way masih bisa dimaklumi namun dengan pengawasan yang lebih ketat,” ujarnya.
Ia juga mengatakan pemerintah harus segera bertindak melalui untuk merumuskan solusi yang terbaik agar semua pihak tidak merasa dirugikan.
“Lebih penting dari itu adalah bagaimana menjaga kelestarian itu sendiri,” tandasnya.
Usulan dari Disbudpar Berau itu menambah pihak yang menyuarakan agar operasional kapal jenis LOB dilarang di perairan Berau.
Alasannya insiden tersebut berpeluang akan terulang jika lebih banyak kapal LOB yang plesiran perairan Berau.
Sebelumnya saran serupa juga diungkapkan oleh Komunitas Berau Divers hingga pelaku usaha pariwisata yakni Asosiasi Resort Maratua.
