BERAU TERKINI – Kemeriahan Festival Bekudung Betiung 2026 di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, ternyata tidak berhenti pada seremoni pembukaan.
Berbagai rangkaian kegiatan budaya masih akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang dengan menghadirkan ritual adat, perlombaan tradisional, pawai budaya, hingga pentas seni yang terbuka untuk masyarakat.
Festival yang sekaligus menjadi bagian peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat tradisi Suku Dayak Ga’ai yang telah diwariskan turun-temurun.
Pada Kamis (25/6/2026), masyarakat disuguhkan ritual inti Bekudung, yakni prosesi ungkapan rasa syukur atas hasil panen masyarakat Dayak Ga’ai.
Ritual ini menjadi salah satu agenda paling sakral dalam keseluruhan festival karena sarat dengan nilai adat dan kearifan lokal.

Keseruan berlanjut pada 27-29 Juni dengan beragam lomba tradisional yang melibatkan masyarakat, pawai budaya yang menampilkan kekayaan adat dan busana tradisional, serta pentas seni yang akan diisi berbagai pertunjukan khas Dayak hingga malam hari.
Seluruh rangkaian kegiatan akan berakhir pada 30 Juni dengan acara penutupan yang menandai berakhirnya Festival Budaya Bekudung Betiung tahun ini.
Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, mengajak masyarakat Berau maupun wisatawan untuk datang langsung menyaksikan rangkaian festival yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan budaya Dayak Ga’ai kepada generasi muda.
Menurutnya, Festival Bekudung Betiung bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat adat, serta berbagai pihak, Festival Bekudung Betiung diharapkan terus berkembang menjadi salah satu agenda budaya unggulan Kabupaten Berau, bahkan mampu menembus agenda pariwisata nasional. (*)
