BERAU TERKINI – Bupati Berau Sri Juniarsih, memerintahkan kepada pemerintah kampung untuk aktif melakukan penanaman pohon dan melestarikan hutan demi mendapatkan dana karbon.

Pemberian dana karbon dari Green Climate Fund (GCF) untuk kampung tersebut dapat memberikan angin segar bagi pemerintah kampung.

Dana yang dapat dimanfaatkan di tengah era efisiensi yang saat ini diterapkan oleh pemerintah pusat.

Kepada awak media, Bupati Sri mengatakan cara tersebut dapat dilakukan untuk menambal kebutuhan operasional kampung dalam melestarikan lingkungan.

“Ini sangat lumayan ya, bisa digunakan untuk mengembangkan potensi kampung yang berbasis lingkungan,” kata Bupati Sri, Senin (15/6/2026).

Dia menyebut, terdapat 79 kampung dan 2 kelurahan di Berau mendapatkan bantuan dana karbon sebesar Rp349 juta per kampung pada tahun ini.

Dana segar yang dapat dikelola untuk mengintervensi program pembinaan masyarakat kampung agar melestarikan lingkungan.

“Ini kan lumayan untuk operasional. Itu langsung masuk ke kampung,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah kampung untuk lebih aktif melakukan kerjasama program terkait pelestarian lingkungan.

Sebab di era transisi energi saat ini, hutan harus menjadi komoditas yang memberikan dampak positif pada masa yang akan datang.

“Hutan ini menjadi sumber kehidupan, bisa ciptakan cuan,” katanya.

Dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto saat ini yang memberantas aktivitas tambang ilegal, dapat dijadikan sebagai sinyal positif untuk daerah.

Karena aktivitas pengerukan lubang tambang ilegal dihentikan secara total, seperti yang terjadi di Bumi Batiwakkal.

“Ini harus kita dukung, karena memang jadi kewenangan pusat,” ucap dia. (*/Adv)