BERAU TERKINI — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau dipastikan ikut dalam upaya pembersihan saluran drainase yang selama diduga menjadi penyebab terjadinya banjir.
Hingga saat ini, permasalahan banjir memang masih menjadi buah bibir dan perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Hal itu lantaran ada beberapa titik jalan protokol yang kerap tergenang air setiap kali hujan deras melanda.
Kekhawatiran warga terhadap ancaman banjir pun kian meningkat menyusul dalam beberapa waktu terakhir Berau kerap dilanda hujan lebat yang disertai tiupan angin kencang.
Berdasarkan hasil evaluasi, titik-titik genangan air tersebut umumnya dipicu banyaknya sumbatan berupa tanaman liar atau gulma, hingga endapan lumpur di dasar parit yang belum dilakukan pembersihan.

Tiga instansi terkait, yakni DLHK, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau diminta segera turun dan saling berkoordinasi melakukan pembersihan.
Kepala Dinas LHK Berau, Zulkifli Azhari, menyatakan, pihaknya fokus membantu mengangkut seluruh sampah hasil kerja bakti yang dilakukan masyarakat di pemukiman masing-masing.
Langkah ini dinilai vital karena volume sampah yang dihasilkan dari pembersihan parit dipastikan menggunung.
Sehingga, membutuhkan penanganan khusus dari DLHK agar tidak kembali menyumbat saluran.
“Kami dari DLHK membantu mengangkut hasil kerja bakti atau korve masyarakat di lingkungannya,” ujar Zulkifli, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, pengangkutan sampah akan selalu dilaksanakan, terutama selama masyarakat membutuhkan kendaraan angkut berskala besar untuk menampung pembuangan mereka.
Zulkifli menegaskan, DLHK selalu siap sedia mengerahkan truk kebersihan untuk menyokong aksi gotong royong warga.
Penjemputan sampah lingkungan dipastikan berjalan secara gratis tanpa ada pungutan biaya sepeserpun dari masyarakat.
“Itu sudah selalu kami lakukan menggunakan armada kami,” pungkas Zulkifli. (*)
