BERAU TERKINI – Ini alasan Presiden Prabowo resmi mencopot Dadan Hindaya sebagai kepala BGN.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengumumkan pergantian jajaran kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional atau BGN.
Diketahui BGN adalah badan yang menangani program prioritas makan bergizi gratis atau MBG.
Menurut Prasetyo Hadi, pencopotan Dadan Hindayana dan jajaran pimpinan BGN termasuk Wakil Kepala Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.
Monitoring dan evaluasi itu dilakukan dalam waktu 1,5 tahun terakhir sejak program MBG bergulir.
“Bapak Presiden tentu terus melakukan monitoring dan pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet termasuk kinerja Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi dikutip dari siaran langsung YouTube BPMI Setpres.

“Dan tentu di dalam proses evaluasi tersebut Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” tambahnya.
Prasetyo Hadi menyebut, monitoring dan evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo terhadap BGN mencakup SOP penyajian MBG hingga tata kelola di BGN.
“Tentunya selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang menjadi perhatian bapak presiden,” ucapnya.
“Ada yang berkenaan dengan kedisplinan menjalankan SOP, menjalankan tata kelola, termasuk menjaga kualitas makanan yang sudah seharusnya ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Meski melakukan pencoptan terhadap Kepala dan Wakil Kepala BGN, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan program MBG tetap berlanjut.
Dia memastikan program prioritas pemerintah itu tak akan terganggu dengan pergantian pucuk pimpinan BGN.
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
“Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita, dan sekaligus sebagai pengejawantahan manifesto kemanusiaan, pengejawantahan manifesto keberpihakan, dan tentunya kita berharap program ini dapat menjadi alat penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.
