BERAU TERKINI – Gelombang panas terik kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, memicu keluhan massal dari masyarakat yang merasa wilayahnya kini jauh lebih panas dari biasanya.

Berdasarkan rekapitulasi data Suhu Maksimum Harian yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resmi @infobmkg, wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara resmi mencatatkan diri sebagai titik paling membara di tanah air.

Dalam pengamatan 24 jam terakhir (22 Mei hingga 23 Mei 2026 pukul 07.00 WIB), Stasiun Meteorologi Kalimarau di Berau bertengger di posisi puncak dengan suhu maksimum mencapai 36,1°C.

Menyusul ketat di bawahnya, Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan di Tanjung Selor mencatatkan suhu menyengat sebesar 35,4°C.

Jeritan Warga di Tengah Terik: “Panas Badangkang” dan Krisis Air

Bukan sekadar angka di atas kertas, suhu ekstrem ini nyata berdampak pada aktivitas warga. Kolom komentar rilis resmi BMKG langsung dibanjiri jeritan dan keluhan masyarakat yang mulai merasa frustrasi.

Kondisi diperparah dengan adanya laporan pemadaman listrik di beberapa wilayah Sumatra, yang membuat suasana kota yang sudah terik menjadi kian mencekam.

“Pekanbaru panas badangkang (sangat terik), mati lampu pula!” tulis salah satu netizen dengan frustrasi.

Warganet lain di wilayah berbeda bahkan mengeluhkan dampak yang lebih mengkhawatirkan:
“Panas, listrik gak hidup-hidup, mulai krisis air,” tulisnya.

Saking ekstremnya cuaca hari ini, seorang netizen sampai berseloroh, “Neraka bocor ini!”

Daftar Wilayah Terpanas di Indonesia (Data BMKG)

Selain Berau dan Tanjung Selor, beberapa stasiun meteorologi lain juga mencatatkan suhu yang membuat gerah luar biasa:

PeringkatStasiun Meteorologi / GeofisikaWilayahSuhu Maksimum (°C)
1Stasiun Meteorologi KalimarauBerau, Kaltim36,1°C
2Stasiun Meteorologi Tanjung HarapanTanjung Selor, Kaltara35,4°C
3Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim IIPekanbaru, Riau35,1°C
4Stasiun Geofisika DenpasarBali35,0°C
5Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al JufriPalu, Sulawesi Tengah34,9°C

Tingginya suhu udara belakangan ini memicu pertanyaan besar di kalangan publik: Apakah Indonesia sudah memasuki puncak musim kemarau yang ekstrem?

Menanggapi fenomena ini, pengamat cuaca mengingatkan bahwa dinamika atmosfer di Benua Maritim Indonesia sangat kompleks.

Meskipun BMKG sebelumnya sempat memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan terhadap potensi kemarau, kondisi panas terik saat ini dipengaruhi oleh banyak faktor regional.

Fenomena seperti El Niño (yang saat ini terpantau masih dalam kategori lemah), IOD (Indian Ocean Dipole), Monsun, serta labilitas cuaca lokal saling bertarung di atas langit Indonesia.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga hidrasi tubuh, menghindari paparan langsung sinar matahari pada siang hari, serta menghemat penggunaan air bersih guna mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai mengancam.

Untuk informasi pembaruan cuaca secara real-time, masyarakat dapat terus memantau aplikasi resmi Info BMKG atau situs www.bmkg.go.id.