BERAU TERKINI – Seorang pria berinisial MY (37) diamankan polisi usai diduga menikam rekan kerjanya sendiri di kawasan Jalan Diponegoro, Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (20/5/2026).

Pelaku yang diketahui merupakan pekerja paruh waktu di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau itu sempat melarikan diri setelah kejadian.

Namun, sehari kemudian, ia akhirnya berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Tanjung Redeb bersama Unit Jatanras Polres Berau.

Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Amin Maulani, mengatakan, pelaku kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku sudah ditangkap untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Amin menjelaskan, aksi penikaman itu dipicu emosi saat korban dan pelaku terlibat pertengkaran ketika sedang bekerja bersama.

“Dia sama-sama pekerja paruh waktu. Tersangka menikam korban karena emosi saat sedang bertengkar. Karena tersangka ini saat bekerja selalu membawa badik,” jelasnya.

Peristiwa itu bermula pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Polisi menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di depan vihara Jalan Diponegoro, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb.

Usai melakukan penikaman, MY langsung kabur menggunakan sepeda motor miliknya.

Polisi pun bergerak cepat melakukan pengejaran dan penyelidikan ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.

Namun, tekanan dan pencarian intensif aparat membuat MY akhirnya memilih menyerahkan diri.

Pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WITA, pelaku menghubungi Kanit Reskrim Polsek Tanjung Redeb dan memberitahukan lokasi persembunyiannya.

Tim gabungan kemudian bergerak cepat menuju Jalan H Isa I, Kelurahan Gayam, dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

“Dia menyerahkan diri karena selalu merasa panik dan dibayang-bayangi aparat kepolisian,” jelasnya.

Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah badik beserta sarungnya, celana panjang milik korban, serta kaos dinas lapangan DLHK berwarna hitam oranye yang digunakan saat kejadian. (*)