BERAU TERKINI – Drama pertengkaran di ruang ganti camp latihan Real Madrid antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni, menjadi episode khusus jelang laga El Clasico.
Kedua pemain tengah inti Real Madrid itu terlibat adu mulut.
Federico Valverde dilaporkan mengalami cedera di bagian kepala dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Bukan karena hantaman Aurelien Tchoumeni, melainkan Federico Valverde secara refleks menghantamkan dahinya ke meja.
Dalam laporan Marca, situasi panas itu terjadi karena sang kapten merasa frustasi atas raihan Real Madrid pada musim ini.
Nyaris tanpa gelar selama dua musim berturut.
Dalam komentar saling kritik di antara pemain, tak mampu ditenangkan oleh Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa.
Atas situasi itu Manajemen Real Madrid mengambil langkah tegas.
Dengan memberikan sanksi disiplin antara kedua pemain secara terpisah.
Namun dalam situasi tersebut, pemain dapat disanksi larangan bermain hingga satu bulan dalam satu musim.
“Real Madrid CF mengumumkan bahwa, menyusul kejadian yang terjadi pagi ini dalam sesi latihan tim utama, pihaknya telah memutuskan untuk membuka proses disiplin terpisah terhadap pemain kami Federico Valverde dan Aurélien Tchouameni,” pesan Real Madrid dikutip dari laporan Marca.
Secara pribadi, Federico Valverde mengutarakan permohonan maaf atas situasi yang terjadi saat ini.

Permohonan maaf itu diungkapkannya melalui cerita instagram pribadinya @fedevalverde.
Berikut klarifikasi Federico Valverde usai bertengkar dengan Aurelien Tchouameni;
Kemarin, saya terlibat insiden dengan salah satu rekan tim saat latihan. Kelelahan akibat kompetisi dan rasa frustrasi membuat situasi tersebut menjadi besar.
Di ruang ganti, hal-hal seperti ini bisa saja terjadi dan biasanya diselesaikan secara internal tanpa diketahui publik. Namun, jelas ada seseorang di balik ini yang menyebarkan cerita dengan cepat.
Ditambah lagi dengan musim tanpa trofi yang membuat Real Madrid selalu dalam pengawasan, semuanya menjadi kian dibesar-besarkan.Hari ini, kami kembali berselisih. Saat berdebat, kepala saya tidak sengaja terbentur meja hingga menyebabkan luka kecil di dahi yang mengharuskan saya pergi ke rumah sakit.
Perlu saya tegaskan bahwa pasangan saya sama sekali tidak pernah memukul saya, begitu pula sebaliknya. Meskipun saya mengerti bahwa bagi Anda lebih mudah untuk percaya kami berkelahi atau kejadian itu disengaja, kenyataannya tidaklah demikian.
Saya merasa kemarahan dan frustrasi melihat kondisi tim di akhir musim ini telah mencapai puncaknya hingga saya berdebat dengan rekan setim.
Saya benar-benar minta maaf karena situasi dan momen yang kita lalui ini sangat menyakitkan bagi saya. Real Madrid adalah salah satu hal terpenting dalam hidup saya, dan saya tidak bisa bersikap acuh tak acuh.
Kejadian ini merupakan akumulasi dari berbagai hal yang berujung pada pertengkaran tidak masuk akal.
Hal ini merusak citra saya dan membuka peluang bagi orang lain untuk mengarang cerita, memfitnah, serta membesar-besarkan insiden tersebut. Saya yakin setiap perselisihan di luar lapangan tidak akan terbawa ke dalam lapangan.
Jika harus membela diri di dalam stadion, saya akan menjadi orang pertama yang melakukannya.Saya tidak akan berbicara lagi hingga akhir musim. Kami telah tersingkir dari Liga Champions, dan saat ini saya menyimpan amarah serta kekecewaan itu sendiri. Kami telah menyia-nyiakan satu tahun lagi.
Saya merasa tidak pantas mengunggah apa pun di media sosial, karena satu-satunya pembuktian yang harus saya tunjukkan adalah di lapangan.
Itulah alasan mengapa saya merasa sangat sedih dan terluka karena situasi ini menghalangi saya untuk bermain di pertandingan berikutnya berdasarkan keputusan medis.
Saya selalu memberikan yang terbaik hingga akhir, dan tidak bisa melakukannya saat ini terasa sangat menyakitkan.
Saya siap bekerja sama dengan klub dan rekan tim dalam keputusan apa pun yang dianggap perlu. Terima kasih.
