BERAU TERKINI – Proyeksi kemampuan keuangan Kabupaten Berau pada 2027 mulai kian mengkhawatirkan. 

Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kelangsungan pembangunan daerah.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menyebut kapasitas anggaran daerah pada 2027 diperkirakan hanya sekitar Rp2 triliun lebih.

Di sisi lain, belanja pegawai diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun.

“Dengan komposisi seperti itu, ruang fiskal kita akan semakin terbatas. Ini harus diwaspadai karena bisa mengganggu jalannya pembangunan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menilai, situasi tersebut bukan sekadar persoalan perhitungan anggaran, melainkan juga berkaitan erat dengan arah kebijakan pembangunan ke depan.

Tanpa perencanaan matang, sejumlah program yang sudah berjalan berpotensi tidak dapat diselesaikan.

Saga juga menyinggung beberapa proyek strategis yang masih berlangsung dan berisiko terhenti di tengah jalan. 

Salah satunya pembangunan embung air bersih di wilayah Maratua yang hingga kini belum tuntas.

“Jangan sampai kita terlalu banyak memulai proyek, tapi akhirnya tidak bisa menyelesaikannya. Ini jelas merugikan masyarakat,” jelasnya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengubah pendekatan dalam perencanaan pembangunan dengan lebih mengedepankan skala prioritas.

Fokus utama seharusnya pada penyelesaian program yang sudah berjalan, bukan menambah proyek baru.

Selain itu, upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dinilai perlu dimaksimalkan guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.

“Harus ada langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan daerah. Kalau tidak, ke depan kita akan menghadapi tekanan yang lebih berat,” katanya.

Saga pun mengingatkan agar setiap proyek yang telah dimulai benar-benar dituntaskan hingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Jangan sampai ada bangunan yang sudah berdiri tapi tidak bisa digunakan. Itu harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*/Adv)