BERAU TERKINI – Bagi warga Kalimantan, baik yang tinggal di Berau, Balikpapan, maupun Samarinda, merencanakan liburan ke Pulau Jawa seringkali menjadi tantangan tersendiri. Tantangan utamanya bukan pada “mau ke mana”, melainkan “berapa habisnya?”.
Kita semua tahu, harga tiket pesawat dari Kalimantan ke Jawa tidaklah murah. Namun, hasrat untuk healing sejenak meninggalkan rutinitas pekerjaan tambang atau perkebunan seringkali tak terbendung. Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Jakarta atau kemacetan Surabaya, maka mengarahkan kompas liburan ke ujung paling timur Pulau Jawa adalah pilihan terbaik tahun ini.
Ya, Banyuwangi.
Kabupaten yang dijuluki The Sunrise of Java ini menawarkan paket lengkap: gunung berapi dengan api biru (Kawah Ijen), savana rasa Afrika (Baluran), hingga pantai ombak kelas dunia (G-Land). Kabar baiknya, liburan ke Banyuwangi bisa disiasati agar tetap ramah di kantong, bahkan untuk kita yang harus menyeberang pulau.
Berikut adalah panduan lengkap dan tips rahasia liburan hemat warga Kalimantan ke Banyuwangi.
1. Siasat Tiket Pesawat, Jangan Langsung “Direct”
Kesalahan pemula adalah mencari tiket langsung dari Berau (BEJ) atau Balikpapan (BPN) menuju Bandara Banyuwangi (BWX). Rute ini biasanya sangat mahal karena transitnya lama dan menggunakan maskapai full service.
Trik Hemat:
Gunakan strategi “Transit Kereta”.
- Carilah tiket pesawat promo dari Kalimantan menuju Surabaya (Juanda). Rute Kalimantan-Surabaya biasanya memiliki frekuensi penerbangan tinggi dan harga yang kompetitif.
- Dari Bandara Juanda, Anda bisa naik taksi bandara menuju Stasiun Gubeng.
- Lanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Api (KA) menuju Banyuwangi.
- Pilihan Hemat: KA Probowangi (Ekonomi) tarifnya di bawah Rp 100.000.
- Pilihan Nyaman: KA Wijayakusuma atau Mutiara Timur (Eksekutif) di kisaran Rp 200.000 – Rp 300.000.
Meskipun memakan waktu lebih lama (perjalanan kereta sekitar 6 jam), Anda bisa menghemat jutaan rupiah per orang dibandingkan tiket pesawat langsung. Plus, pemandangan jalur kereta api Surabaya-Banyuwangi sangat memanjakan mata.
2. Pergi Rombongan adalah Kunci
Banyuwangi itu luas. Sangat luas. Jarak dari satu destinasi ke destinasi lain bisa memakan waktu 1-2 jam perjalanan. Jika Anda pergi sendirian (solo traveler), biaya transportasi lokal akan terasa sangat mencekik.
Ajaklah teman kerja, keluarga, atau pasangan. Idealnya, satu grup berisi 4-6 orang. Kenapa? Karena ini adalah jumlah yang pas untuk satu mobil MPV (Avanza/Innova) atau satu kamar family room di penginapan. Dengan sistem share cost (patungan), biaya logistik akan turun drastis hingga 70%.
3. Cerdas Memilih Transportasi Lokal (Poin Paling Krusial)
Ini adalah jebakan yang sering dialami wisatawan luar pulau. Banyak yang berpikir, “Ah, nanti di sana naik ojek online saja.”
Perlu diketahui, lokasi wisata di Banyuwangi seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, atau Pantai Pulau Merah letaknya jauh dari pusat kota dan masuk ke area hutan/pegunungan.
- Masalah Ojol: Sinyal sering hilang di lokasi wisata. Anda mungkin bisa berangkat naik ojol, tapi pulangnya? Tidak ada driver yang mau menjemput ke atas gunung atau tengah hutan alas purwo.
- Masalah Argo: Jarak yang jauh membuat argo taksi online membengkak. Sekali jalan bisa 200-300 ribu. Jika sehari mengunjungi 3 tempat, Anda bisa habis 1 juta hanya untuk transportasi.
Solusi Hemat & Efisien:
Cara paling cerdas adalah menggunakan layanan sewa mobil banyuwangi baik itu lepas kunci (menyetir sendiri) maupun dengan sopir.
Jika Anda menyewa mobil (misalnya Avanza) dengan harga kisaran 300 ribuan per hari dan dibagi 5 orang peserta, maka per orang hanya patungan Rp 60.000 per hari! Itu jauh lebih murah daripada naik ojek online, plus Anda bebas AC dingin, bisa mampir minimarket kapan saja, dan aman dari hujan/panas.
Bagi warga Kalimantan yang terbiasa dengan medan jalan yang menantang, menyetir di Banyuwangi mungkin terasa mudah karena aspalnya mulus. Namun jika ingin santai, menyewa dengan sopir lokal juga opsi bagus karena mereka bisa sekaligus menjadi tour guide dan fotografer dadakan Anda.
4. Menginap di Homestay, Bukan Hotel Berbintang
Banyuwangi terkenal dengan konsep Eco Tourism. Pemerintah daerah di sana sangat memajukan homestay milik warga lokal.
Daripada menghabiskan budget 500rb – 1 juta semalam untuk hotel di pusat kota yang hanya Anda pakai untuk tidur (karena seharian pasti keliling wisata), cobalah cari Homestay di area sekitar stasiun atau dekat destinasi wisata.
Banyak homestay bersih dan ber-AC di Banyuwangi dengan harga Rp 100.000 – Rp 150.000 per malam. Bahkan, keramahan pemilik homestay Banyuwangi sudah terkenal; seringkali tamu disuguhi kopi pagi dan jajanan pasar secara gratis.
5. Wisata Kuliner “Harga Desa”
Jangan makan di restoran hotel atau kafe kekinian jika ingin hemat. Kuliner legendaris Banyuwangi justru ada di warung-warung sederhana.
- Sego Tempong: Nasi dengan lauk ikan asin/ayam goreng, sayuran rebus, dan sambal mentah super pedas. Harganya? Mulai Rp 15.000 sudah kenyang.
- Rujak Soto: Perpaduan unik rujak sayur dengan kuah soto daging. Kisaran Rp 20.000.
- Nasi Cawuk: Menu sarapan khas Banyuwangi yang manis gurih, hanya sekitar Rp 10.000.
Pastikan Anda bertanya harga dulu sebelum makan, atau cek ulasan di Google Maps untuk memastikan warung tersebut harganya wajar.
6. Atur Rute Berdasarkan Zonasi
Agar tidak boros bensin dan waktu, susunlah itinerary berdasarkan arah mata angin. Jangan bolak-balik.
- Hari 1 (Zona Utara): Fokus ke Taman Nasional Baluran (Africa van Java) dan Pantai Bangsring (Snorkeling dengan Hiu). Lokasinya searah.
- Hari 2 (Zona Kota & Barat): Dini hari mendaki Kawah Ijen, siangnya turun ke Desa Wisata Kemiren atau Air Terjun Jagir.
- Hari 3 (Zona Selatan): Hutan Djawatan Benculuk (mirip Lord of the Rings) dan menikmati sunset di Pantai Pulau Merah.
7. Bawa Perlengkapan dari Rumah
Terakhir, hindari membeli perlengkapan di lokasi wisata karena harganya pasti “nembak”.
- Jika ke Kawah Ijen, bawalah jaket tebal, sarung tangan, dan senter dari rumah. Sewa jaket di lokasi bisa kena Rp 50.000.
- Bawa sunblock dan kacamata hitam, karena cuaca pesisir Banyuwangi bisa sangat terik seperti di Balikpapan.
Akhir Kata
Liburan ke Banyuwangi dari Kalimantan tidak harus menguras tabungan. Kuncinya ada pada perencanaan yang matang. Kombinasi tiket pesawat transit, kereta api, dan cerdas memilih rental mobil murah di lokasi adalah formula terbaik untuk liburan mewah dengan budget backpacker.
Jadi, kapan giliran Anda mengambil cuti dan menikmati hangatnya matahari terbit di ujung timur Jawa? Segera rencanakan perjalanan Anda, karena Banyuwangi terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja.
