BERAU TERKINI – Simak sejumlah fakta yang diketahui dari kunjungan Menhut Raja Juli Antoni ke Berau.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Berau, Kaltim pada Rabu (26/8/2026).
Setibanya di Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Menhut Raja Juli Antoni disambut Bupati Berau Sri Juniarsih dan jajaran Forkompinda Berau.
Raja Juli Antoni menjelaskan agenda kunjungannya ke Berau, Kaltim.
Mulai dari fokus pada penanganan karhutla yang tengah dilakukan di Berau hingga memastikan habitat satwa endemik seperti orangutan aman dari dampak karhutla.
Ratusan Hektar Lahan Terbakar
Agenda pertama Menhut Raja Juli Antoni adalah mengungjungi lokasi bekas karhutla yang terdapat di Tumbit Melayu.
Dalam kunjungan itu, Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhadi Muhdi memberi laporan terbaru situasi karhutla kepada Menhut Raja Juli Antoni.
Dia menjelaskan terdapat ratusan kejadian karhutla sepanjang bulan Agustus 2026 dengan luas lahan terdampak mencapai 435 hektare.
“Kabupaten Berau dari 13 kecamatan 12 kecamatan terdampak karhutla, dengan luasan 435 hektare,” kata Masyhadi Muhdi.
“Kemudian jumlah kejadiannya 208, data ini juga masih bisa bertambah,” jelasnya.
Menurutnya ada sebanyak 5.960 hotspot atau titik panas tersebar di Berau sepanjang bulan Agustus 2026.

Di mana terdapat tiga kecamatan di Berau yang memiliki intensitas kejadian karhutla tertinggi.
“Kemudian ada tiga kecamatan dengan intensitas tinggi yaitu Sambaliung, Pulau Derawan, Teluk Bayur ini yang kita hadapi selama Agustus yang intensitasnya tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni turut berkomentar soal rencana rehabilitasi lahan pasca karhutla.
Namun dirinya menegaskan langkah utama saat ini adalah memastikan api karhutla padam.
“Kita sekarang tahap pemadaman sekaligus penegakkan hukum,” kata Raja Juli Antoni.
“Saya kira yang perlu kita bicarakan hari ini bagaimana memadamkan api dan memitigasi dampak,” ujarnya.
Ingin Orangutan Aman
Raja Juli Antoni turut menjelaskan alasan kunjungannya ke Berau yakni untuk memastikan keselamatan orangutan dari dampak karhutla.
“Saya ke sini untuk mengecek karhutla, terutama nanti teman-teman aktivis pecinta orangutan,” ujar Raja Juli Antoni.
“Kami ingin memastikan bahwa orangutan di Berau ini, bisa selamat dari karhutla,” jelasnya.
Dia menjelaskan, Kemenhut bekerja sama dengan organisasi Conservation Action Network (CAN) Borneo dalam melaksanakan konservasi satwa yang dilindungi termasuk orangutan.
Dia menjelaskan, terdapat suatu area konservasi yang dikelola oleh CAN Borneo yang dapat memastikan keselamatan orangutan dari ancaman karhutla.
“Kami akan berkoordinasi dengan CAN. Nanti ada area konservasi yang diraawat sedemikian rupa yang aman dari karhutla,” katanya.

Menurut Raja Juli, perlindungan satwa liar merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla.
Pasalnya, karhutla tidak hanya merusak tutupan hutan, tetapi juga dapat menghilangkan habitat dan sumber pakan bagi berbagai spesies yang hidup di dalamnya.
Ia meminta BKSDA bersama pemerintah daerah, organisasi konservasi, serta para relawan terus melakukan pemantauan terhadap kawasan habitat orangutan yang berada di sekitar wilayah terdampak kebakaran.
Dirinya juga meminta Manggala Agni lebih rutin melakukan patroli guna memastikan habitat orangutan di Berau tetatp terjaga dari dampak karhutla.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dampaknya juga dirasakan oleh satwa liar yang kehilangan tempat hidupnya,” katanya.
“Kita harus lakukan patroli. Manggala Agni dan teman-teman juga harus berpatroli di sana untuk bisa mengawal secara khusus kawasan landscape tersebut,” ujarnya.
Peluang Perpanjang OMC
Raja Juli Antoni turut mengapresiasi operasi modifikasi cuaca atau OMC yang tengah dilakukan oleh BMKG dan BNPB.
“Ahamdulillah tadi dari BMKG dan BNPB sudah ada OMC di Berau sudah dua hari, hari ini akan ada OMC lagi selama lima hari karena potensi awan hujannya masih ada,” kata Raja Juli Antoni.
Dia menjelaskan, OMC merupakan salah satu upaya paling efektif dalam memadamkan api karhutla.
Karena itu, dirinya mendukung OMC di Berau dilanjutkan sepanjang potensi awan hujan masih ada.
“Belajar dari sejarah, yang paling efektif yang bisa meneyelesaikan karhitla itu OMC,” ujarnya.
“Namun awan semainya yang jarang ada, Alhamdulillah di Berau ada, dan kita sepakat selama ada potensi hujan kami akan melaksanakan OMC,” jelasnya.

Dia menyebut Berau menjadi salah satu wilayah yang masih memiliki potensi awan hujan.
Potensi awan hujan ini berguna untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan dalam upaya penanganan karhutla.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keunggulan tersendiri di tengah fenomena El Nino yang saat ini menyebabkan banyak daerah di Indonesia mengalami kekeringan ekstrem dan minim pembentukan awan hujan.
“Tidak semua daerah memiliki awan yang bisa disemai. Kemarin saya dari Jambi, kondisi awan hujannya sangat terbatas,” katanya.
“Di Kalimantan Barat sementara di Kalimantan Timur, khususnya Berau, masih terdapat potensi awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian,” ujar Raja Juli Antoni.
Pemkab Berau Minta Bantuan
Kunjungan Menhut Raja Juli Antoni dimanfaatkan oleh Pemkab Berau untuk meminta bantuan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla.
Wabup Berau Gamalis, meminta dukungan penguatan peralatan pemadaman karhutla hingga tingkat kampung.
Gamalis menyampaikan tantangan pemadaman masih cukup besar, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Menurutnya, banyak lokasi kebakaran berada jauh di dalam kawasan sehingga selang pemadam tidak mampu menjangkau sumber api.
“Kondisi di lapangan sering kali menyulitkan petugas. Ada lokasi kebakaran yang sangat jauh dan tidak bisa dijangkau armada pemadam. Karena itu, kami sangat mengharapkan adanya penguatan penanganan karhutla di tingkat kampung,” katanya.

Ia menilai pemerintah kampung dan masyarakat setempat merupakan garda terdepan dalam mendeteksi serta melakukan penanganan awal kebakaran sebelum api meluas.
Untuk itu, diperlukan dukungan peralatan pemadam berukuran kecil yang lebih mudah dibawa dan dioperasikan di daerah terpencil.
“Kami memohon bantuan peralatan pemadam yang lebih kecil dan fleksibel untuk kampung-kampung. Dengan peralatan tersebut, masyarakat dan relawan bisa bergerak lebih cepat ketika terjadi kebakaran,” jelasnya.
Selain kebutuhan peralatan, Gamalis juga menyoroti pentingnya dukungan bagi para relawan dan petugas yang terlibat dalam pemadaman.
Menurutnya, mereka kerap menghadapi keterbatasan logistik selama bertugas di lapangan.
“Kadang-kadang mereka harus bekerja berjam-jam di lokasi kebakaran dengan keterbatasan air minum maupun makanan. Beruntung masyarakat sering membantu menyediakan kebutuhan seadanya. Namun tentu perlu perhatian lebih terkait biaya operasional, konsumsi, hingga transportasi relawan,” ungkapnya.
Raffi Ahmad Dkk Beri Sumbangan
Kunjungan Menteri Kehutanan atau Menhut Raja Juli Antoni ke Berau, Kaltim turut dihadiri oleh sejumlah selebriti ibukota.
Terlihat Gading Marten, Irfan Hakim dan juga Raffi Ahmad yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden menyambangi Berau.
Mereka terlihat hadir dalam acara Menhut Raja Juli Antoni yang mengunjungi Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam, Kelay, Berau.
Menurut Wabup Berau Gamalis, para selebritas itu turut memberikan bantuan kepada masyarakat Berau yang terdampak karhutla.
Gamalis menjelaskan sebanyak Rp 500 juta disumbangkan untuk masyarakat Berau.

“Raffi Ahmad, Gading, Irfan menyumbangkan dana untuk bantuan masyarakat terdampak karhutla sebesar Rp 500 juta ke Berau,” ujar Gamalis, Rabu (26/8/2026).
Wabup Gamalis mengaku tidak mengetahui asal dana sumbangan tersebut bersifat individu atau tidak.
Namun dirinya mengapresiasi inisiatif para seleb tersebut yang peduli akan kondisi warga Berau yang terdampak karhutla.
“Saya tidak menelusuri dari mana, tapi kawan-kawan berinisiatif Rp 500 juta disumbangkan ke sini,” jelasnya.
Sementara itu, Raffi Ahmad turut menyampaikan pesan kepada warga Berau. Dia menekankan pentingnya semangat kebersamaan oleh seluruh masyarakat tanpa membedakan kalangan.
“Siapapun kita, harus sama-sama siapapun, dari kalangan manapun. Pesannya untuk masyarakat Berau, kita harus saling bahu membahu dalam keadaan apapun,” ujar Raffi Ahmad.
Raffi berharap masyarakat dapat terus menjaga kekompakan dan membantu satu sama lain, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan.
“Bukan hanya Berau, tapi seluruh masyarakat Indonesia harus bersatu. Semuanya,” pesannya.
