BERAU TERKINI – Guna memastikan perpustakaan inklusif, Dispusip Berau siapkan ruangan khusus untuk difabel.
Dispusip Berau berencana menata ruangan khusus bagi penyandang disabilitas atau difabel sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan perpustakaan yang inklusif dan ramah bagi semua pengunjung.
Pustakawan Ahli Dispusip Berau, Arliana mengatakan, selama ini pihaknya sudah memiliki koleksi buku khusus bagi penyandang disabilitas, termasuk sekitar 800 buku braille.
Namun, buku-buku tersebut masih tergabung dalam koleksi referensi umum.
“Kami sudah punya banyak koleksi braille, tapi belum memiliki ruang khusus. Jadi, rencananya akan kami tata supaya teman-teman difabel bisa membaca dengan lebih nyaman,” ujar Arliana kepada Berauterkini.co.id
Menurutnya, keberadaan ruang khusus difabel bukan hanya untuk mempermudah akses literasi, tetapi juga menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar tanpa batas.
“Kenyamanan itu penting. Kalau ruangannya tertata, kami yakin minat kunjungan dari masyarakat, termasuk penyandang difabel, akan meningkat,” tambahnya.
Selain menyiapkan ruang, DispusipBerau juga tengah mengkaji kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang memahami bahasa isyarat dan cara membaca huruf braille.
Hal ini dinilai penting agar pelayanan kepada pengunjung difabel dapat dilakukan secara maksimal.
Ke depan, kami berharap bisa bekerja sama dengan guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Berau untuk mendukung kegiatan literasi inklusif,” ungkap Arliana.(*)
