TALISAYAN – Pemerintah Kampung Talisayan di Kecamatan Talisayan mengambil langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dengan membuka peluang kemitraan untuk mengelola lahan tidur milik warga.

Inisiatif ini adalah bagian dari upaya mendukung program pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan melalui Brigade Pangan dan meningkatkan minat generasi milenial menjadi petani muda.

Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, menjelaskan bahwa pihaknya tengah merancang skema kemitraan dengan pemilik lahan tidur milik masyarakat, agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif. Langkah ini diambil karena pemerintah kampung tidak memiliki kewenangan untuk membeli tanah.

“Sehingga kami berencana bekerjasama dengan pemilik lahan agar tanah yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik. Skema ini akan mulai diterapkan pada tahun 2025 ini,” ujarnya, Kamis (30/1/2025).

Saat ini, pemerintah kampung masih dalam tahap identifikasi untuk menentukan jenis tanaman pangan yang paling cocok dikembangkan di wilayah tersebut.

“Kami masih mengkaji jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi Kampung Talisayan. Program ketahanan pangan ini akan segera kami tindaklanjuti secara konkret,” jelasnya.

Ali Wardana juga menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan kosong, terutama di daerah satuan pemukiman (SP), guna mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Kami telah berdiskusi dengan warga untuk mencari lahan yang belum dimanfaatkan. Dengan kerja sama ini, kami berharap lahan-lahan tersebut bisa lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah Kampung Talisayan mengalami krisis pangan akibat semakin luasnya perkebunan sawit di wilayah tersebut.

Saat ini, pasokan sayur-mayur sebagian besar berasal dari Kampung Trans, sementara sektor perikanan laut sudah tersedia.

“Tantangan kami adalah bagaimana mengombinasikan strategi ketahanan pangan agar tetap berkelanjutan dalam lima tahun ke depan,” jelasnya.

Ali Wardana berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau serta seluruh masyarakat Kampung Talisayan. Ia yakin bahwa dengan kerja sama berbagai pihak, ketahanan pangan di Kabupaten Berau dapat terus meningkat.

“Kami memiliki potensi besar. Jika jenis tanaman pangan yang tepat dapat ditentukan, hasilnya tentu akan lebih optimal di masa depan,” pungkasnya. (/)