BERAU TERKINI – Di tengah keterbatasan ruang belajar seni rupa di Berau, sebuah inisiatif sederhana namun bermakna hadir melalui workshop lukis bertema Retas Batas.

Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi siapa pun untuk berhenti sejenak, mendengarkan diri sendiri, lalu menuangkannya ke dalam kanvas melalui warna dan garis.

Workshop ini lahir dari kesadaran bersama antara Toko Varia dan Ruang Perupa Berau bahwa seni tidak seharusnya terasa jauh atau eksklusif.

Justru sebaliknya, seni adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang bisa diakses, dipelajari, dan dinikmati oleh siapa pun, tanpa batas latar belakang maupun pengalaman.

Workshop Lukis Retas Batas Berau (Ist)
Workshop Lukis Retas Batas Berau (Ist)

Perwakilan Ruang Perupa Berau, Rosyidah yang akrab disapa Rox, menyampaikan bahwa workshop seni lukis ini dihadirkan sebagai ruang belajar yang ramah dan terbuka.

Menurutnya, banyak orang memiliki keinginan berkarya, namun kerap merasa ragu karena tidak memiliki latar belakang seni.

“Melalui Retas Batas, kami ingin mengajak siapa pun untuk berani memulai. Tidak ada tuntutan harus bisa melukis dengan teknik tertentu. Yang penting adalah proses dan kejujuran dalam mengekspresikan diri,” ujar Rox.

Sebagai komunitas yang selama ini aktif menghidupkan praktik dan percakapan seni di Berau, Ruang Perupa Berau terus berupaya membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Workshop ini menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat berkarya tetap hidup dan menjangkau lebih banyak kalangan.

Workshop Lukis Retas Batas Berau (Ist)
Workshop Lukis Retas Batas Berau (Ist)

Di sisi lain, Toko Varia hadir mendukung kebutuhan material dan teknis berkarya. Dukungan ini menjadi bagian penting dari proses kreatif, memastikan setiap peserta dapat fokus pada eksplorasi ide tanpa terbebani keterbatasan alat dan bahan.

Lebih dari sekadar kegiatan melukis, “Retas Batas” diharapkan menjadi awal tumbuhnya perupa-perupa baru di Berau.

Dari ruang kecil ini, semangat berkarya diharapkan terus menyebar, memperkuat ekosistem seni rupa lokal, serta menegaskan bahwa seni adalah ruang bersama dekat, membumi, dan penuh kemungkinan.(*)