BERAU TERKINI — Suasana Minggu (8/3/2026) pagi di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Kabupaten Berau, terasa sedikit berbeda dari biasanya. Sebanyak 350 anak yatim piatu dan kurang mampu tampak berbaris rapi di halaman pasar.

Mereka datang dengan pakaian muslim sederhana. Sebagian menggenggam tangan temannya, sebagian lagi tampak menatap ke arah lapak-lapak di dalam pasar.

Mereka datang untuk mengikuti program Wisata Belanja Ramadan yang digelar PT PAMA Persada Nusantara Berau.

Sejak pukul 08.00 WITA, antusiasme sudah terpancar dari wajah para peserta. Sebelum memasuki area pasar, mereka terlebih dahulu dikumpulkan untuk menerima pengarahan.

Namun, perhatian mereka sesekali teralihkan pada deretan lapak di dalam pasar yang sudah menunggu.

Beberapa anak terlihat berbisik satu sama lain sambil tersenyum.

“Kamu nanti di dalam mau beli apa?” tanya seorang anak kepada temannya dengan suara pelan.

Temannya tersenyum tipis.

“Baju Lebaran, kalau cukup uangnya,” ujarnya.

Kegembiraan itu begitu terasa. Bagi sebagian dari mereka, momen ini bukan sekadar berbelanja. Tetapi juga pengalaman yang jarang dirasakan.

Agar kegiatan berjalan tertib, para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh Persatuan Istri Karyawan PAMA (PIKP) yang sigap mengawasi selama berbelanja.

Sebelum wisata belanja dimulai, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada PAMA selaku mitra kerja PT Berau Coal yang konsisten menghadirkan program sosial untuk masyarakat.

Menurutnya, selama ini banyak program yang telah dilakukan PAMA bersama Berau Coal untuk membantu pemerintah daerah, meski belum semuanya terekspos secara luas.

“Program ini sangat bermanfaat. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergitas ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, dukungan perusahaan sangat penting bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan dan program sosial.

“Tanpa peran serta dari perusahaan, pemerintah tentu akan kesulitan menjalankan berbagai program untuk masyarakat,” sambungnya.

Said juga antusias dengan program Wisata Belanja Ramadan gelaran PAMA ini. Menurutnya, pelaksanaan sesuai dengan momentum Ramadan, karena memberikan kesempatan kepada masyarakat lingkar tambang untuk turut merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.

“Ini bukti nyata kepedulian PT PAMA terhadap masyarakat di lingkar tambangnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman. Ia menyebut kegiatan yang digelar PAMA tersebut merupakan contoh kolaborasi yang baik antara perusahaan dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberi kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi juga berdampak positif bagi pelaku usaha kecil di pasar.

“Ini sudah tahun kelima digelar. Harapannya dengan kolaborasi ini, program seperti ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian CSR PAMA Berau, Faizal Imron Daryono, menjelaskan, ratusan anak penerima manfaat berasal dari 11 kampung di lingkar tambang PAMA Persada Berau wilayah operasional PT Berau Coal.

Kampung tersebut antara lain Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Long Lanuk, Labanan Makmur, Labanan Makarti, Labanan Jaya, Tanjung Perangat, Sukan Tengah, Sei Bebanir Bangun, Gurimbang, dan Kelurahan Sambaliung.

Dalam menentukan peserta, pihaknya berkoordinasi dengan aparat kampung memprioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Total ada 350 anak yang dilibatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bentuk rasa syukur karyawan PAMA sekaligus kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar.

“Sebagian besar dana kegiatan ini merupakan sedekah karyawan di bulan Ramadan. Setiap anak diberikan uang belanja sebesar Rp500 ribu,” ujarnya.

Selain memberi manfaat bagi anak-anak, kegiatan tersebut juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di Pasar SAD.

“Pasar menjadi lebih ramai dan perputaran uang juga meningkat,” tambahnya.

Hal itu diakui Desi, salah seorang pedagang kain di Pasar Sanggam. Ia merasa senang dengan kehadiran ratusan anak yang berbelanja di lapaknya.

“Alhamdulillah, lebih untung dibanding hari-hari sebelumnya,” katanya.

Selama kurang lebih dua jam, anak-anak bebas memilih kebutuhan mereka. Suara riuh kegembiraan terdengar dari berbagai sudut pasar. Ada yang membeli baju muslim untuk Lebaran, sepatu sekolah, kopiah, hingga jilbab.

Para pendamping pun terlihat sigap memastikan setiap anak dapat berbelanja dengan aman dan tertib.

Herman, salah seorang orang tua penerima manfaat, mengaku sangat bersyukur atas program tersebut.

“Ini sangat positif. Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada PT PAMA yang telah berbagi rezeki untuk anak-anak kami,” tuturnya.

Menjelang siang, setelah selesai berbelanja, anak-anak kembali menuju bus yang telah disiapkan untuk mengantar mereka pulang. Wajah-wajah puas dan kantong belanja yang penuh menjadi penanda kebahagiaan mereka pagi itu.

Sebelum berangkat, mereka serentak menyampaikan ucapan terima kasih.

“Kami sudah berbelanja. Terima kasih PT PAMA,” seru mereka kompak. (*/Adv)