BERAU TERKINI – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas ekonomi di Kabupaten Berau diperkirakan meningkat signifikan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, mengingatkan masyarakat dan para pelaku usaha agar lebih waspada terhadap kemungkinan peredaran uang palsu, terutama di pusat-pusat transaksi ekonomi.

Menurutnya, tempat-tempat yang memiliki aktivitas jual beli tinggi seperti pasar tradisional, SPBU, kafe, hingga pusat perbelanjaan, menjadi lokasi yang rawan dimanfaatkan pelaku untuk menyebarkan uang palsu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah.

“Biasanya menjelang lebaran aktivitas ekonomi meningkat pesat. Ini yang harus diantisipasi bersama karena kondisi seperti ini sering dimanfaatkan oknum untuk mengedarkan uang palsu,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia mengimbau para pedagang dan pelaku usaha agar lebih teliti saat menerima pembayaran dari konsumen.

Pemeriksaan sederhana terhadap ciri-ciri uang asli dinilai penting dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu yang beredar di lingkungan sekitar.

“Kalau ada masyarakat yang menemukan atau mencurigai adanya uang palsu, sebaiknya segera dilaporkan ke pihak kepolisian agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Arman juga berharap pihak terkait dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali keaslian uang dan menyediakan mesin pendeteksi uang palsu.

“Sehingga masyarakat lebih siap dan tidak mudah menjadi korban peredaran uang palsu,” pungkasnya. (*/Adv)