BERAU TERKINI – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Bandara Kalimarau Berau mulai melakukan serangkaian persiapan ekstra.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan memadati area bandara dalam waktu dekat.

Selain itu, persiapan dilakukan menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa transportasi udara.

Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, membeberkan sejumlah aspek krusial yang menjadi fokus perhatian pihak bandara tahun ini.

Salah satu tantangan utama yang harus diwaspadai adalah kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Berau, khususnya fenomena ground fog atau kabut tebal yang kerap muncul di pagi hari.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan penundaan keberangkatan atau delay masal.

Pesawat Maskapai Wings Air yang terparkir di Bandara Kalimarau Berau.
Pesawat Maskapai Wings Air yang terparkir di Bandara Kalimarau Berau.

“Ini yang perlu diantisipasi untuk delay manajemen-nya maupun fasilitas-fasilitas yang ada di bandara, terutama tempat ruang tunggu. Ini perlu diantisipasi apabila terjadi beberapa pesawat yang delay diakibatkan cuaca itu,” jelas Patah kepada Berauterkini, Senin (9/3/2026).

Selain masalah kabut, pihak bandara juga mewaspadai terjadinya kondisi “lotem” atau keterlambatan penerbangan akibat cuaca buruk yang dianggap tidak aman bagi navigasi udara.

Patah berharap, selama periode mudik kali ini, faktor alam tetap bersahabat, sehingga jadwal penerbangan tidak terganggu secara signifikan.

“Semoga tidak ada lotem yang akibat dari cuaca tersebut,” harapnya.

Tak hanya fokus pada operasional penerbangan, faktor keamanan juga menjadi prioritas utama.

Bandara Kalimarau telah merancang strategi penguatan personel di lapangan melalui koordinasi lintas sektor yang lebih intensif.

Hal ini dilakukan untuk mengendalikan kepadatan penumpang serta arus kendaraan di area bandara yang diprediksi akan meningkat tajam.

Pemeriksaan keamanan akan dilakukan secara berlapis dan berkala untuk menjamin sterilitas area bandara. 

Selain keamanan fisik, Patah juga menegaskan, perlindungan terhadap sistem digital bandara menjadi bagian dari standar operasional angkutan Lebaran tahun ini.

“Peningkatan pengamanan cyber dan pemeriksaan keamanan, itu faktor keamanannya,” tutupnya. (*)