BERAU TERKINI – BMKG Berau memberikan peringatan soal potensi hujan intensitas lebat yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi mengatakan bahwa bulan Februari 2026 ini secara klimatologi masih menjadi bagian dari periode musim hujan.
Menurutnya, intensitas curah hujan di Berau pada bulan Februari ini diperkirakan akan bervariasi, dari hujan ringan hingga lebat. Adapun potensi hujan lebat akan terjadi beberapa hari ke depan.
“Dari hasil analisis dan prakiraan kami, potensi hujan lebat ada dalam beberapa hari ke depan, tiga sampai lima hari ke depan masih ada potensi hujan lebat,” ungkapnya, Selasa (3/2/2026).
Ade Heryadi menambahkan bahwa musim hujan di Berau hampir terjadi di sepanjang tahun, kecuali di bulan Juni, Juli, Agustus, dan September dikarenakan bulan-bulan tersebut merupakan periode musim kemarau.
Meskipun sedang musim kemarau, curah hujan masih selalu ada, bukan sama sekali tidak ada hujan.

Jika pada periode musim hujan curah hujan di atas 150 mm dalam satu bulan, maka periode bulan Juni, Juli, Agustus, September bisa di bawah dari itu, curah hujannya bisa di bawah daripada saat periode musim hujan.
“Jadi masih ada curah hujan, tapi intensitasnya lebih rendah dibanding periode musim hujan, ataupun hari hujannya lebih sedikit dibanding pada periode musim hujan,” jelasnya.
Ia menjelaskan puncak musim hujan di Berau akan berlangsung di akhir tahun dan bulan Mei mendatang.
“Secara klimatologinya di akhir tahun dan di periode bulan Mei,” katanya.
Wilayah yang memiliki potensi cuaca hujan kategori lebat hingga sangat lebat didominasi di sebelah barat Berau, yaitu wilayah Kelay, Segah, beberapa wilayah Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur.
Untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat terkait cuaca, pihaknya menyampaikan informasi melalui media sosial Instagram dan Facebook.
Pihaknya juga membagikan informasi secara real-time perkembangan citra radar berupa peringatan potensi hujan lebat melalui WhatsApp grup.
“Demikian juga pada saat beraktivitas di lautan atau di perairan, juga diperhatikan pada saat kondisi cuaca buruk, atau peringatan, itu yang kita sampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan, karena faktor hujan disertai angin juga berpengaruh terhadap gangguan aktivitas kita di laut,” tutupnya.
