TANJUNG REDEB – Warganet Berau mengeluhkan kenaikan harga ikan, pedagang ikan di Tanjung Redeb ungkap penyebabnya.
Sejumlah warganet di Berau, Kaltim mengeluhkan harga ikan yang naik dan mahal. Keluhan itu disampaikan warganet di kolom komentar Facebook Berauterkini.co.id
Menurut salah seorang warganet, harga ikan yang mahal membuatnya memilih menu lain, seperti telur, tahu dan tempe.
Warganet lain menyebut harga ayam potong masih lebih terjangkau dibandingkan harga ikan.
“Harga ikan lumayan mahal dan kurang segar makanya lebih banyak beli lauk lain seperti telur,tempe,tahu dll,” tulis warganet.
“Masih mahal ikan ketimbang ayam,” tulis warganet lainnya.

Sejumlah pedagang ikan di Jalan Milono, Tanjung Redeb, Berau mengakui harga ikan memang sedang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli, sebab ikan yang biasanya menjadi pilihan sehari-hari kini dijual lebih mahal.
Wahyu, salah seorang pedagang ikan, mengatakan harga kakap yang biasanya dijual Rp60 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp68 ribu.
Sementara ikan layang, yang umumnya dijual di harga Rp40 ribu, kini berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu.
Menurut Wahyu, pasokan ikan sedang berkurang sebab kondisi bulan terang. Hal ini berimbas pada pasokan di pasar yang terbatas, sehingga memicu kenaikan harga.
“Ikan lagi mahal karena bulan terang, jadi ikan susah. Sempat juga saya tidak jualan selama 15 hari karena stok kosong,” jelas Wahyu, Kamis (22/8/2025) pada Berauterkini.co.id.
Selain kakap dan layang, jenis ikan lain seperti bandeng dan katombong yang biasanya banyak diminati pembeli juga ikut terdampak kenaikan harga.

Pedagang lain, Siti, menyampaikan bahwa meski stok ikan masih tersedia, harga ikan juga masih tinggi sehingga pedagang tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga jual.
“Kalau stok ada, cuma nelayan susah dapat ikan banyak. Tapi harganya masih mahal jadi kita pun ikut naikkan,” ujar Siti.
