BERAU TERKINI – Pelaksanaan operasi pasar LPG 3 kilogram di Kabupaten Berau menuai harapan dari masyarakat di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat kota.
Pasalnya, hingga saat ini, kegiatan tersebut masih lebih banyak terfokus di kawasan perkotaan.
Sejumlah daerah seperti Biatan, Tabalar, Batu Putih, Talisayan, Bidukbiduk, Kelay, Segah, hingga Pulau Derawan dan Maratua disebut masih mengalami keterbatasan akses terhadap operasi pasar.
Kondisi ini membuat warga di wilayah tersebut berharap adanya pemerataan distribusi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengakui, pelaksanaan operasi pasar saat ini masih diprioritaskan di Kecamatan Tanjung Redeb.

Hal ini didasarkan pada tingginya kebutuhan serta banyaknya keluhan yang masuk dari masyarakat perkotaan.
“Memang yang paling banyak keluhan itu di perkotaan. Kebutuhannya juga jauh lebih tinggi dibandingkan kecamatan yang jauh,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk memperluas pelaksanaan operasi pasar ke wilayah lain.
Koordinasi dengan Pertamina pun telah dilakukan agar kegiatan serupa dapat menjangkau seluruh kecamatan.
“Kami sudah bersurat ke Pertamina agar operasi pasar juga dilaksanakan di seluruh kecamatan. Tinggal nanti penjadwalannya dikoordinasikan oleh mereka bersama agen,” jelasnya.
Ia menambahkan, lonjakan keluhan terkait kelangkaan LPG 3 kilogram sempat terjadi selama lebih dari sepekan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, permasalahan utama bukan pada stok, melainkan distribusi yang belum merata.
Pemerintah daerah berharap dengan adanya koordinasi lintas pihak, distribusi LPG bersubsidi dapat lebih merata.
Sehingga, seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, dapat merasakan manfaat operasi pasar secara adil. (*)

