BERAU TERKINI – Demi meningkatkan geliat perekonomian, warga Gunung Tabur, Berau, berharap Festival Barambang kembali digelar.
Warga Gunung Tabur mengeluhkan berkurangnya acara yang diadakan di Kecamatan Gunung Tabur.
Hal itu dianggap sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat, karena semakin jarangnya warga yang berkunjung ke Gunung Tabur.
Warga setempat, Masjuni berharap, acara-acara seperti Festival Barambang atau Expo kembali diadakan untuk menambah keramaian dan pemasukan warganya.
“Nah seharusnya sih kalau kita, kalau bisa diadakan acarakah bisa menambah biar lebih rantai makanan itu bisa jalan,” ujarnya.
Dia mengatakan, dahulu warga Gunung Tabur mempunyai acara bernama Festival Barambang, yaitu festival kuliner dan musik yang diadakan seminggu dua kali.
“Kalau bisa itu tadi acara-acara itu jangan jangan di jangan diperhentikan atau jangan ditiadakan, ya kalau bisa seperti barambang kita aktifkan atau seperti expo kemarin kita aktifkan kembali,” ujarnya.
“Untuk menambah rantai makanan kami bisa jalan, UMKM, kami sebagai penafsiran ketinting lancar juga itu harapannya kami ke depannya,” tutupnya.
Warga lain, Dendi mengungkapkan jika Festival Barambang membuat pendapatan mereka semakin banyak jika rajin mengadakan acara-acara seperti itu.
“Pendapatan semakin banyak iya kalau ada acara” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizhali, mengatakan walaupun Festival Barambang sudah ditiadakan, namun tetap ada acara lain yang bisa menunjang ekonomi masyarakatnya.
“Jadi gini, apa namanya, masalah Pasar Barambang, kalau kegiatan ekonomi kami sekarang ini kan melalui UMKM dengan PKL,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya setiap Minggu, mereka sudah melibatkan UMKM yang sudah ada di kelurahan yang dibentuk olehnya bersama kesepakatan warga bernama UMKM Taruna Banua.
“Nah, kemudian kalau kami dibilang nda aktif UMKM-nya, saya kira tiap minggu kami aktif CFD itu,” jelasnya.
UMKM setiap Hari Minggu itu bahkan menampilkan tarian-tarian dan senam. Sehingga meskipun Festival Barambang ditiadakan, tetapi tetap ada UMKM di setiap Minggu.
“Bahkan ini Insyaallah dalam waktu dekat akan diadakan kan Abut Bassar nih. Nah, itu bekerja sama dengan PKL dan UMKM,” ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa sudah dua kali mereka melaksanakan acara setara Festival Barambang, seperti Abut Bassar, hari jadi kelurahan, dan itu juga melibatkan UMKM.
Untuk sekarang, pihaknya belum ada rencana untuk pembukaan Pasar Barambang, dikarenakan sudah ada UMKM berjalan yaitu UMKM Taruna Banua.
Pembukaan UMKM tersebut juga melibatkan banyak pihak, sehingga kegiatan tersebut bukan semata-mata keputusan lurah saja.
“Artinya ini berdasarkan keputusan kita bersama. Kemarin saya undang semua, baik dari LPM, Forum RT, atau organisasi lainnya, ya kita sepakat untuk membuat UMKM ini gitu agar lebih terarah.” jelasnya.
Ia mengatakan jika dirinya sendiri bingung soal Pasar Barambang ini akan dibuka kembali atau tidak, karena ia bukan salah satu yang mencetus Pasar Barambang saat itu.
“Saya hanya ikut di pertengahan saja kemarin,” katanya.
Dia menjelaskan dengan tidak adanya Festival Barambang bukan berarti mereka tidak mempunyai UMKM sendiri, justru pihaknya malah lebih giat dan terkontrol.
Hal itu dikarenakan pihaknya melibatkan masyarakat Gunung Tabur untuk UMKM tersebut.
“Tapi yang jelas kalau dari segi tingkat kelurahan, kami punya UMKM Taruna Banua sama PKL Banua Basinang,” ungkapnya.
“Makanya ini kami juga sambil menata yang ada ini,” tutupnya.
