BERAU TERKINI – Harapan warga Jalan Mangga III untuk menikmati aspal mulus di akhir tahun ini terpaksa pupus.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau memastikan proyek perbaikan jalan di kawasan tersebut resmi ditunda hingga tahun depan lantaran tidak mendapatkan alokasi anggaran pada akhir tahun ini.
Rencana awal overlay atau pelapisan ulang aspal yang sempat dijadwalkan cair pada pengujung 2025 ternyata gagal terealisasi.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan dana sebesar Rp10 miliar, namun anggaran tersebut belum masuk dalam APBD Perubahan tahun ini.
“Memang belum dapat anggaran di perubahan kemarin,” kata Junaidi saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).
Ia mengatakan, kegiatan proyek tersebut kini telah dialihkan ke dalam rencana kerja 2026 dengan menggunakan anggaran murni sebesar Rp10 miliar.
Jika proses tender pada Februari 2026 berjalan sesuai rencana, ia memastikan perbaikan fisik akan dimulai pada Maret tahun depan.
Anggaran ini nantinya tidak hanya menyasar Jalan Mangga III, tetapi juga Jalan HM Isa III dan beberapa titik di Jalan Pulau Derawan.
Junaidi juga menepis anggapan bahwa pemerintah mengabaikan perbaikan infrastruktur di pusat kota.
Menurutnya, pemerintah mencoba mengatur porsi kegiatan agar pelaksanaannya tidak mepet dengan akhir masa anggaran.
“Kalau tahun depan dikerjakan, waktunya lebih lowong, perbaikan jalan bisa lebih maksimal,” tutur Junaidi.
Sebagai penanganan sementara, pihaknya telah menurunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk menutup lubang-lubang besar.
“Sudah ada penanganan, kami berikan aspal butas ya lewat tim reaksi cepat (TRC),” sebutnya.
Meski demikian, penundaan ini memicu kekecewaan mendalam bagi warga setempat.
Riska, salah seorang warga Jalan Mangga III, menyebut kerusakan jalan tersebut justru semakin parah akibat dampak proyek pemerintah sebelumnya, yakni pembangunan drainase pada pertengahan tahun lalu.
Ia menyayangkan kurangnya pengawasan terhadap alat berat yang melintas di kawasan tersebut.
“Ini proyek PU sendiri yang bikin rusak jalan, eksa dibiarkan lalu-lalang injak aspal ini langsung,” ungkap Riska kecewa.
Ia menilai, kondisi jalan yang rusak berlubang sangat kontras dengan lokasinya yang berada tepat di pusat pemerintahan.
Riska pun mendesak agar perbaikan segera dilakukan tanpa ditunda lebih lama lagi.
“Diperbaiki lah, biar enak kegiatan masyarakat di sini, kan kita bayar pajak juga,” tegasnya. (*)
