BERAU TERKINI – Walikota Bontang Neni Moernaeni dibuat berang dengan kelakuannya di lebaran Idulfitri 1447 H ini.
Sebab, seorang ASN di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang memakai kendaraan dinas untuk libur panjang lebaran tahun ini.
ASN tersebut merupakan Sekretaris Dinkes Bontang bernama Cahyo.
Tak satu kendaraan, namun dua kendaraan sekaligus dibawa ke destinasi wisata Labuan Cermin, Bidukbiduk, Berau.
Diantaranya, Toyota Hiace bernopol KT 7012 Q dan Toyota Avanza KT 1208 Q.
Dua kendaraan itu kedapatan oleh netizen sedang mencoba parkir di jalan masuk menuju dermaga Labuan Cermin.
Mengutip laporan Klik Kaltim, Neni memastikan akan memberikan sanksi disiplin bagi oknum ASN tersebut.

Ia meminta kepada Inspektorat Daerah Bontang untuk melakukan pemeriksaan bagi ASN yang menggunakan kendaraan dinas pada hari libur.
“Saya sudah konfirmasi, itu tidak dipakai untuk dinas,” terang Neni kepada awak media.
Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi pada kemudian hari.
Di lain sisi, dia menyebut kendaraan itu biasa digunakan oleh masyrakat umum.
Hanya saja, setiap biaya yang dikeluarkan seperti membeli BBM ditanggung lewat kantong pribadi.
“Mereka yang tanggung membeli BBM-nya,” ujarnya.
Dikabarkan sebelumnya, viral video berdurasi 34 detik yang menunjukkan kendaraan minibus Toyota Hiace sedang memarkirkan kendaraan di pintu masuk wisata Labuan Cermin Bidukbiduk.
Unggahan itu menunjukkan lokasi di Labuan Cermin dan diketahui diambil pada Senin, 23 Maret 2026, pukul 10.41 WITA, atau bertepatan dengan H+3 Idulfitri 1447 Hijriah.
Padahal sepekan sebelumnya, Walikota Bontang Neni Moernaeni melarang penggunaan kendaraan dinas untuk agenda pribadi.
Tentu penggunaan kendaraan dinas ke destinasi wisata tidak sesuai dengan peruntukannya.
Sebab, hanya diperbolehkan dalam agenda pemerintah saja saat lebaran Idulfitri seperti silaturahmi antara Pemkot Bontang dan Pemprov Kaltim.
Kepala Dinkes Berau, Bachtiar Mabe membenarkan hal tersebut.
Dia mengaku bila mobil dinas itu digunakan oleh Sekretaris Dinkes Berau, Cahyo.
“Dipakai sekretaris, Pak Cahyo, untuk pergi ke sana,” ungkap Bachtiar.
Bachtiar menegaskan, bila saat ini belum ada penugasan dinas yang mengharuskan untuk menggunakan kendaraan tersebut.
Apalagi yang sifatnya untuk berwisata ke Labuan Cermin, Bidukbiduk.
“Tidak ada penugasan perjalanan dinas,” tegasnya.

