SAMARINDA – Batas waktu penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 tahap pertama semakin dekat. Para pekerja yang terdaftar sebagai penerima diimbau untuk segera mencairkan bantuannya sebelum target penyaluran berakhir pada 15 Juli 2025.
Hingga saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 25.000 pekerja di empat wilayah Kalimantan Timur yang belum mengambil haknya melalui PT Pos Indonesia.
Berdasarkan data dari Kantor Pos Cabang Samarinda, total ada 30.900 penerima BSU yang penyalurannya difokuskan melalui kantor pos di wilayah Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu. Namun, hingga data per 7 Juli lalu, baru sekitar 5.000 orang yang telah melakukan pencairan.
Executive Manager PT Pos Indonesia Kantor Cabang Samarinda, Soni Junaedi, mengakui bahwa pada awal masa penyaluran tanggal 3 Juli, antusiasme masyarakat memang belum terlihat karena informasi yang belum merata.
“Awalnya memang belum ramai karena informasinya belum tersebar merata. Tapi setelah tanggal 4, masyarakat mulai ramai berdatangan,” jelas Soni, Rabu (9/7/2025) kemarin.
Untuk mengejar target penyaluran, pihak Kantor Pos telah melakukan berbagai penyesuaian. Jam layanan di kantor pusat Jalan Gajah Mada diperpanjang hingga pukul 21.00 Wita pada hari kerja, dan tetap buka di akhir pekan hingga pukul 18.00 Wita.
Bagi penerima yang belum memiliki barcode di aplikasi PosPay, Soni menegaskan pencairan tetap bisa dilakukan dengan mudah. Warga cukup datang langsung ke kantor pos dengan membawa KTP asli untuk verifikasi data.
“Nanti petugas akan cek berdasarkan NIK. Jika memang terdaftar, langsung kami bantu proses pencairannya,” jelas Soni.
Meskipun batas waktu ditetapkan pada 15 Juli, Soni menyebut ada kemungkinan masa penyaluran akan diperpanjang jika masih banyak penerima yang belum mengambil bantuannya.
“Kami terus koordinasi dengan pusat. Kalau hingga 15 Juli masih banyak yang belum ambil, kemungkinan besar akan diperpanjang,” pungkasnya. (*)
