BERAU TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan keseriusannya dalam memerangi penyakit Tuberkulosis atau TBC. Masalah kesehatan ini dinilai masih menjadi tantangan berat karena angka kasusnya belum menunjukkan penurunan yang berarti.
Komitmen tersebut diperkuat melalui rapat koordinasi tim percepatan penanggulangan yang digelar di Ruang Tenguyun Kantor Gubernur Kaltim. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Selasa (25/11/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin memimpin langsung jalannya pertemuan. Ia meminta seluruh tim bekerja lebih taktis untuk menekan laju penyebaran infeksi.
“Tim percepatan penanganan Tuberkulosis harus bekerja efektif dan efisien dalam menanggulangi infeksi TBC. Penyakit ini harus bisa kita tanggulangi secara bersama-sama,” ujar Jaya.
Kejar Target 2030
Keberadaan tim percepatan kini diperkuat kembali agar sejalan dengan peta jalan eliminasi TBC tahun 2030. Pemerintah menargetkan penurunan angka kasus hingga 50 persen serta pengurangan angka kematian secara signifikan.
Waktu yang tersisa menuju tenggat waktu tersebut hanya tinggal sekitar lima tahun lagi. Jaya mengingatkan pentingnya langkah cepat dan terukur dari seluruh sektor terkait.
Kolaborasi lintas instansi hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan. Strategi eliminasi harus dijalankan secara konsisten demi mewujudkan masyarakat Benua Etam yang lebih sehat.
Jaya lantas menekankan kembali tujuan utama penguatan tim dalam forum tersebut.
“Dalam kesempatan ini kita ingin menguatkan kembali keberadaan tim, sesuai roadmap 2030 untuk menurunkan angka tuberkulosis 50 persen serta menekan angka kematian,” ungkap Jaya. (Ftr/Adv/Diskominfo Kaltim)
