BERAU TERKINI Meski ada wacana pemangkasan anggaran, Dinsos Berau pastikan program bansos tetap berjalan.

Dinas Sosial (Dinsos) Berau tetap optimistis bantuan bagi masyarakat kurang mampu akan terus berjalan.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi di tengah wacana pemangkasan anggaran yang akan terjadi pada tahun 2026 mendatang.

Iswahyudi menyebut pihaknya tak ingin keterbatasan anggaran menjadi alasan terhambatnya pelayanan sosial.

“Kami tetap berupaya agar bantuan kepada masyarakat tetap tersalurkan secara maksimal. Fokus kami adalah menekan angka kemiskinan, sesuai dengan tujuan utama Dinas Sosial,” ungkap Iswahyudi pada Berauterkini.co.id

Selama ini, masyarakat Berau menerima bantuan dari dua sumber pendanaan, yakni Pemda melalui APBD dan Pemerintah Pusat.

Dari dana APBD, Dinsos Berau menyalurkan bantuan bagi lansia, yatim piatu, dan tahun ini akan ditambah untuk penyandang disabilitas.

Penyerahan bantuan bagi penyandang disabilitas Berau (Diva/BT)
Penyerahan bantuan bagi penyandang disabilitas Berau (Diva/BT)

Setiap penerima mendapatkan Rp500 ribu per bulan, dengan pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Namun, Iswahyudi menegaskan bahwa bantuan sosial tidak hanya dimaknai sebagai bentuk santunan semata. Pihaknya kini mendorong agar bantuan yang diterima dapat menjadi pemicu kemandirian.

“Kami ingin penerima bantuan bisa memanfaatkannya untuk kegiatan produktif. Jangan hanya berhenti di konsumsi, tapi juga bisa jadi modal usaha kecil,” jelasnya.

Sebagai langkah nyata, Dinsos Berau juga menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk memberikan pembinaan dan pelatihan UMKM bagi warga penerima bantuan.

Data masyarakat miskin yang dimiliki Dinsos Berau diserahkan agar bisa ditindaklanjuti menjadi program pemberdayaan ekonomi.

“Harapannya, penerima bantuan bisa naik kelas. Dari yang semula penerima, menjadi pelaku usaha yang mandiri,” tambahnya.

Langkah kolaboratif antar OPD diharapkan bisa menjaga keberlanjutan bantuan sekaligus membuka jalan keluar dari lingkaran kemiskinan.(*)