BERAU TERKINI – Virus campak dikabarkan mulai menyebar di beberapa wilayah Kalimantan Timur seperti Bontang dan Balikpapan.
Meski begitu, Kabupaten Berau tercatat masih bertahan tanpa temuan kasus positif baru sepanjang 2026.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Berau terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan virus tersebut tidak masuk ke wilayah Bumi Batiwakkal.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Berau, Suhartini, menjelaskan, kondisi di Berau saat ini masih tergolong aman dari penyakit campak.
Berdasarkan data evaluasi, pada akhir tahun lalu terdapat dua kasus positif di Kecamatan Batu Putih serta 105 temuan suspek.

Memasuki 2026, jumlah suspek telah menyusut menjadi 42 orang, sementara dua pasien positif sebelumnya telah dinyatakan pulih total.
“Alhamdulillah untuk di Kabupaten Berau tidak masuk ya. Yang masuk itu Balikpapan dengan Bontang yang harus melakukan peningkatan catch up-nya, jadi peningkatan cakupan untuk imunisasi campak,” jelas Suhartini, Jumat (13/3/2026).
Sebanyak 42 suspek yang tersisa saat ini terdeteksi paling banyak berada di wilayah Kecamatan Sambaliung.
Sebagai langkah antisipasi guna memutus rantai penularan, Dinas Kesehatan telah menggencarkan promosi kesehatan, baik melalui media sosial maupun sosialisasi langsung dengan mendatangi puskesmas-puskesmas di wilayah tersebut.
Pencegahan juga difokuskan pada penguatan pemahaman bagi kelompok masyarakat yang selama ini masih enggan atau menolak pemberian vaksin.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga etika saat bersin dan batuk serta rutin menggunakan masker.
Hal ini mengingat virus campak sangat mudah menular melalui udara dan mampu bertahan lama di lingkungan terbuka.
Suhartini menekankan betapa pentingnya imunisasi campak bagi anak-anak untuk membentuk kekebalan kelompok.
Ia mencermati, meskipun campak merupakan penyakit lama, kemunculannya kembali seringkali dipicu oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi dasar.
“Kita berharapnya kesadaran masyarakat untuk imunisasi campak bagi anaknya meningkat,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh lapisan warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga, terutama bagi anak-anak yang masuk dalam kategori kelompok paling rentan terhadap penularan.
Kesadaran untuk melengkapi imunisasi dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mencegah campak menjadi ancaman serius di masa depan.
“Kami berharap supaya masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan anaknya, bukan hanya anaknya, tapi masyarakat juga,” pungkasnya. (*)
