BERAU TERKINI – Tumpukan kayu gelondongan bermunculan di sejumlah titik di Sumatera usai bencana banjir bandang, Kemenhut buka suara.

Bencana banjir bandang di sejumlah provinsi di Sumatera yakni di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh menimbulkan tumpukan sampah kayu.

Bukan kayu biasa yang terseret banjir, namun kayu gelondongan dengan ukuran besar.

Kayu gelondongan yang bertumpuk itu bahkan memenuhi area muara Pantai Parkit, Kota Padang, Sumatera Barat.

Visual dari udara tumpukan kayu gelondongan itu bahkan viral di media sosial dan dilihat oleh lebih dari 400 ribu warganet.

Usai viral tumpukan kayu gelondongan yang hanyut pasca banjir bandang, pihak Kementerian Kehutanan atau Kemenhut buka suara.

Menurut Dirjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho, pihaknya masih menelusuri asal muasal tumpukan kayu tersebut.

Dia mengatakan, tumpukan kayu tersebut bisa berasal dari pohon lapuk dan pohon tumbang hingga hasil illegal logging.

“Terkait pemberitaan yang berkembang, saya perlu menegaskan bahwa penjelasan kami tidak pernah dimaksudkan untuk menafikan kemungkinan adanya praktik ilegal di balik kayu-kayu yang terbawa banjir, melainkan untuk memperjelas sumber-sumber kayu yang sedang kami telusuri dan memastikan setiap unsur illegal logging tetap diproses sesuai ketentuan,” ujar Dwi Januanto Nugroho dikutip dari laporan CNN Indonesia.

Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni mengaku siap menerima kritik atas pengelolaan hutan di Indonesia buntut dari bencana banjir bandang di Sumatera.

Meski demikian, Raja Juli Antoni berharap semua pihak berfokus pada pemulihan dan masa tanggap darurat pasca bencana.

“Sekali lagi kita fokus dulu menyelesaikan persoalan yang kita hadapi hari ini. Setelah masa tanggap darurat ini selesai tentu saya sangat terbuka untuk evaluasi, kritik, investigasi apapun, tapi sekali lagi kita coba fokus dulu menyelesaikan apa yang dialami olah rakyat ini secara bersama-sama,” kata Raja Juli Antoni.