BERAU TERKINI – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mendadak viral lagi dalam momen Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke XXVI di Hotel Cleo Makassar.
Rudy Mas’ud viral karena memberikan pujian kepada istrinya Syarifah Suraidah yang dia sebut ‘Noni Belanda’.
Sebutan yang beberapa pekan belakangan ini disematkan kepada Syarifah Suraidah karena fashionnya yang menarik perhatian publik.
Dia menyapa istrinya yang juga mejabat sebagai Anggota DPR RI dapil Kaltim, usai menyapa seluruh tamu kehormatan dalam acara tersebut.
Memang kata-kata sambutan itu selalu dia berikan kepada Syarifah Suraidah dalam setiap kesempatan berpidato.
Seperti yang terjadi ketika dirinya mendapatkan kesempatan sebagai pembicara di forum tersebut.
“Saya selalu berpesan kepadanya (Syarifah Suraidah), jangan berdiri di depan ku karena bukan pemimpin ku,” katanya.

“Jangan berdiri di belakang ku, karena kau bukan pengikut ku,” sambungnya.
“Tapi berdirilah di samping ku, karena kau pasanganku,” ucapnya sambil tersenyum kepada sang istri.
Setelah mengutarakan kata-kata itu, dia lalu meminta Syarifah Suraidah untuk berdiri memberikan salam kepada para tamu.
Dia menambahi kata-kata ‘Noni Belanda’ saat sang istri masih duduk di bangkunya.
“Hajjah Syarifah Suraidah, bisa berdiri dulu Noni Belanda ini,” ujarnya disambut sorakan para tamu di acara itu.
Dikabarkan sebelumnya, Rudy Mas’ud membeberkan potensi batubara di Kutai Timur, Berau dan Mahakam Ulu yang masih berpotensi dieksploitasi.
Eksplorasi tersebut dimaksudkan untuk menopang kebutuhan energi batubara di Indonesia.
Saat ini angka pemenuhan kebutuhan batubara nasional dari Kaltim mencapai 60 persen.
Dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke 26 di Hotel Claro Makassar, Rudy Mas’ud menyebut bila masih banyak lahan yang belum terjamah.
Seperti Kutai Timur dengan luasan kawasan mencapai 36 ribu kilometer persegi, tersimpan banyak batubara yang dia sebut sebagai harta karun.
“Yang saya sebut harta karun itu, batubara,” kata Rudy Mas’ud dalam video Reels Instagram Sulawesi Pos.
Tak hanya Kutim, sebab Berau disebut memiliki potensi yang sama dengan luas wilayahnya setara Jawa Barat yang mencapai 70 ribu kilometer persegi.
Pun demikian dengan Mahakam Ulu atau Mahulu yang dia sebut sebagai masa depan Kaltim karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Mahulu ini futurenya Kaltim,” sebutnya.
Rudy Mas’ud juga nampak menolak tawaran Kementan RI Amran Sulaiman soal pengembangan sektor usaha kelapa dalam.
Menurut dia, bisnis kelapa dalam masih kalah menjanjikan dengan kelapa genjah.
Yang mana produksi kelapa genjah sudah dapat menghasilkan dalam jangka waktu yang relatif singkat.
“Kalau kelapa genjah itu hasilnya tidak kalah dengan kelapa dalam, 3-4 bulan sudah kasih hasil,” terangnya.

