BERAU TERKINI – Gagasan pembangunan pasar tradisional di wilayah pesisir Kabupaten Berau kembali menguat. 

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan pusat aktivitas ekonomi di pesisir agar masyarakat tidak terus bergantung pada pusat kota.

Menurutnya, selama ini warga di lima kecamatan pesisir masih harus menempuh jarak jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut dinilai tidak efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya.

“Kalau ada pasar di pesisir, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota. Ini juga akan mendorong perputaran ekonomi di wilayah mereka sendiri,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Sutami memaparkan, total penduduk di lima kecamatan pesisir pada 2025 mencapai 56.368 jiwa.

Kecamatan Talisayan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, yakni 18.781 jiwa, disusul Biatan 10.358 jiwa, Batu Putih 10.478 jiwa, Tabalar 8.567 jiwa, dan Bidukbiduk 8.184 jiwa.

Dengan jumlah tersebut, keberadaan pasar rakyat dinilai sudah sangat layak.

Ia menilai Talisayan sebagai lokasi paling strategis untuk pembangunan pasar tradisional pesisir. 

Selain memiliki populasi terbesar, wilayahnya juga luas mencapai 1.622 kilometer persegi.

“Ini bisa menjadi simpul distribusi barang bagi kecamatan di sekitarnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Sutami menegaskan, pengembangan pasar rakyat bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga amanat regulasi. 

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 menekankan pentingnya pembinaan dan penguatan pasar tradisional sebagai bagian dari keseimbangan ekonomi daerah.

“Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi bagaimana menghadirkan keadilan ekonomi. Pesisir juga harus tumbuh,” pungkasnya. (*/Adv)