BERAU TERKINI – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, meminta Pemerintah Kabupaten Berau menindaklanjuti usulan pembangunan infrastruktur yang kembali mendominasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026.
Sakirman menjelaskan, usulan yang terus berulang setiap tahun harus benar-benar direalisasikan pada 2027.
“Sekitar 80 persen aspirasi masyarakat yang masuk masih berkutat pada persoalan perbaikan jalan poros antar kampung,” katanya, Senin (23/2/2026).
Beberapa wilayah yang menjadi sorotan di antaranya Kampung Sukan, Tumbit, Pegat Bukur, hingga Long Lanuk.
“Jalan poros ini urat nadi. Ini menyambung antar kampung dan difungsikan langsung oleh masyarakat kita. Masalahnya, usulan ini sudah sering dan berulang-ulang kali disampaikan,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedalaman.
Jalan poros yang memadai dinilai sangat vital untuk mendukung mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses layanan dasar.
“Itu semua bagian dari program kepala daerah. Sudah seharusnya dituntaskan,” katanya.
Tak hanya infrastruktur jalan, Sakirman juga menyoroti persoalan krisis air bersih yang masih dialami warga Bekat Bukur dan sekitarnya.
Kebutuhan air layak konsumsi merupakan hak dasar masyarakat yang tidak bisa terus ditunda pemenuhannya.
Menurutnya, persoalan infrastruktur di Kecamatan Tabalar dan Sambaliung memiliki kemiripan, yakni sama-sama menghadapi tantangan konektivitas jalan dan keterbatasan penyediaan air bersih.
Untuk itu, Sakirman meminta Pemkab Berau tidak sekadar mencatat aspirasi masyarakat tanpa tindak lanjut yang jelas.
Ia mendesak agar tim teknis segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan langkah konkret.
“Jangan sampai usulan di Musrenbang kemarin hanya jadi catatan di atas kertas. Kita ingin ini jadi kenyataan buat seluruh kepala kampung sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
