BERAU TERKINI – Polsek Pulau Derawan memberikan penjelasan soal temuan dugaan puing dari komponen satelit.

Puing yang diduga merupakan bagian dari satelit bergambar bendera China hingga kini masih diamankan di Pulau Derawan, Berau.

Aparat kepolisian setempat masih menunggu kejelasan dari pihak terkait, mengenai penanganan lebih lanjut terhadap benda tersebut.

Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, mengatakan, puing yang ditemukan pada Sabtu (28/3/2026), dan hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim maupun mengambil material tersebut.

“Belum ada. Masih diamankan. Kalau ada (Pihak terkait yang merasa memiliki) ingin mengambilnya, silakan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu instruksi pimpinan terkait lokasi penyimpanan puing tersebut, apakah tetap diamankan di Pulau Derawan atau akan dipindahkan ke tempat lain.

“Sampai saat ini masih menunggu petunjuk dan arahan pimpinan,” tandasnya.

Puing yang diduga komponen satelit yang diamankan di Pulau Derawan.
Puing yang diduga komponen satelit yang diamankan di Pulau Derawan.

Sebelumnya, penemuan benda mencurigakan yang diduga bagian dari komponen satelit sempat menghebohkan warga pesisir di kawasan Pulau Derawan.

Puing tersebut ditemukan mengapung di perairan sekitar Pulau Semama pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

AKP Iwan Purwanto menjelaskan, puing pertama kali ditemukan oleh dua nelayan, Juhan Wahyudi dan Muhammad Rifki, saat melintas di lokasi.

Saat itu, Juhan yang tengah membawa tamu wisata melihat benda asing hanyut di laut.

Mengetahui temuan tersebut, pada malam harinya sekitar pukul 20.30 WITA, Juhan bersama Muhammad Rifki kembali ke lokasi menggunakan kapal untuk melakukan evakuasi. Puing kemudian ditarik hingga ke Pulau Derawan.

“Pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WITA, puing berhasil dibawa ke darat dan kini diamankan di kawasan Pantai Pinus RT 03, Kampung Pulau Derawan,” jelasnya.